Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi dibidang informasi mendorong setiap instansi atau perusahaan untuk tetap mengikuti perkembangannya, terutama berkenaan dengan perkembangan teknologi informasi yang ada hubungannya dengan kegiatan perusahaan tersebut. Perkembangan teknologi informasi telah memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam meningkatkan kegiatan usaha khususnya dalam hal pengolahan data yang memberi dukungan terhadap pengambilan keputusan-keputusan bisnis serta Perkembangan teknologi informasi telah memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam meningkatkan kegiatan pelayanan. Berdasarkan pada uraian diatas pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu aktivitas bisnis merupakan hal yang cukup penting. Begitu pentingnya hampir setiap perusahaan yang serupa menggunakan sistem pelayanan bisinis secara online.
Berkaitan dengan tugas akhir ini penelitian difokuskan pada masalah pemanfaatan tujuan teknologi informasi yang dapat memberi dukungan aktif kelancaran usaha penjualan barang yang dilakukan oleh suatu Distro yang diberi judul “ Pengembangan Sistem Informasi Penjualan pada suatu Distro secara Online “.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan observasi yang dilakukan di suatu Distro terhadap sistem informasi penjualan barang, dikemukakan hal-hal yang menjadi permasalahan antara lain :
a. Masih ditemukannya kelemahan dalam penyampaian informasi barang yang terdapat di distro tersebut.
b. Transaksi penjualan barang masih bersifat manual, dalam artian harus dating ketempat tersebut untuk membeli sesuatu.
c. Mengikuti sistem informasi global sehingga bukan hanya untuk sarana transaksi tetapi lebih ditekankan pada sarana promosi yang dirasakan masih kurang bagus.
1.3. Batasan Masalah
Masalah yang ada dalam sistem informasi penjualan barang suatu distro ini dibatasi pada ruang lingkup seperti :
a. Data yang diolah hanya data barang dan data Pengguna Sistem Informasi (Pengguna transaksi secara online)
b. Sistem hanya memberikan informasi barang yang tersedia dan proses pembelian barang tersebut .
c. Sistem Informasi yang dibangun tidak menggunakan Topologi jaringan.
d. Sistem ini tidak membahas mengenai masalah persediaan barang.
e. Pembayaran transaksi dilakukan secara offline, dimana pembeli melakukan transfer uang secara manual pada rekening yang ditetapkan.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari tugas akhir ini adalah :
a. Mengembangkan sistem informasi penjualan sebagai salah satu usaha cara meningkatkan penghasilan distro tersebut.
b. Mempermudah bagi masyarakat atau dunia luar untuk melakukan transaksi pembelian barang secara langsung
c. Mengembangkan Pengetahuan Teknologi Informasi Global
d. Membuat laporan Tugas Akhir dalam rangka menyelesaikan kuliah program sarjana.
1.5 Metodologi Penelitian
Adapun metode yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah :
1. Metode Penelitian, yaitu :
a. Observasi
Yaitu merupakan sutau teknik pengumpulan data yang efektif untuk mempelajari sistem, dengan cara mengamati langsung objek penelitian yaitu di suatu distro di kota bandung.
b. Wawancara
Yaitu sutu teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab langsung mengenai data yang diperlukan dari masalah yang akan diangkat.
c. Studi Literatur
Yaitu teknik pengumpulan data dengan membaca buku-buku pustaka yang merupakan penunjang dalam memperoleh data untuk melengkapi dalam penyusunan laporan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.
2. Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Metode yang digunakan yaitu paradigma Waterfall (Classic Life Cycle), untuk lebih jelasnya tahapan dari paradigma Waterfall ini adalah :
a. System Engineering (Rekayasa Sistem), merupakan kegiatan untuk menentukan informasi apa yang dibutuhkan oleh sistem atau menentukan kebutuhan-kebutuhan dari sistem yang akan dibuat.
b. Analisys System (Analisis Sistem), dilakukan untuk memperoleh informasi tentang sistem, menganalisis data – data yang ada dalam sistem yang berhubungan dengan kegiatan pencurian kendaraan bermotor. Informasi yang dikumpulkan terutama mengenai kelebihan dan kekurangan sistem.
c. Design (Perancangan), merupakan perancangan sistem baru berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan pada tahap sebelumnya dengan cara merancang perangkat lunak diantaranya Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Data Dictionary (Kamus Data), Struktur File, Struktur Menu, Merancang input dan rancangan Output.
d. Coding (Pengkodean), yaitu suatu kegiatan untuk membuat program atau mengimplementasikan hasil rancangan program aplikasi yang didalamnya memuat pengkonversian data kedalam sistem yang baru dan pengkonversian sistem secara berkala termasuk dalam hal pemeliharaan sistem itu sendiri.
e. Testing (Pengujian), yaitu kegiatan untuk melakukan pengetasan program yang sudah dibuat, apakah sudah benar atau belum, sudah sesuai atau belum diuji dengan cara manual jika testing sudah benar maka program boleh digunakan.
f. Maintenance (Perawatan), yaitu merupakan suatu kegiatan untuk memelihara program aplikasi yang telah dibuat, agar keutuhan program dapat terjaga seperti validasi data, updating data, dan menjaga program dari serangan virus, orang yang tidak berhak yang dapat merusak program.
1.6 Sistematika Penulisan
Pada dasarnya, penyusunan sistematika penulisan bertujuan untuk memudahkan para pembaca dalam mengikuti apa yang dipaparkan dalam laporan tugas akhir ini. Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini, berisikan gambaran umum penelitian yang dilakukan meliputi latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, waktu dan tempat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan yang merupakan panduan dalam penyusunan landasan teori.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang berkaitan dengan isi laporan tugas akhir dan aplikasi web yang dibuat, diantaranya World Wide Web, HTML, Pemrograman dilingkungan web, konsep aplikasi web yang interaktif, bahasa web scripting PHP dan database server MySQL .
BAB III ANALISIS SISTEM
Dalam bab ini menganalisa objek penelitian seperti struktur organisasi, membahas tentang batasan sistem, analisis prosedur yang menjelaskan uraian prosedur, Analisis Dokumen, Bagan Alir Dokumen, yang menjelaskan dokumen masukan dan dokumen keluaran. Kelemahan sistem yang berjalan, usulan sistem dan analisis kebutuhan sistem.
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
Dalam bab ini berisikan rancangan prosedural, Bagan Alir Dokumen baru, Rancangan dokumen masukan maupun keluaran yang baru serta rancangan kodefikasi. Rancangan terperinci yang mencakup diagram konteks dan data flow diagram (DFD), analisis database yang mencakup entity relationship diagram, perancangan struktur program, perancangan struktur file, perancangan struktur menu, perancangan antar muka yang mencakup masukan dan keluaran.
BAB V IMPLEMENTASI
Berisikan kaitan antara rancangan sistem yang dibuat dengan program yang telah dibuat. Dalam implementasi diuraikan tentang pemilihan bahasa pemrograman yang digunakan, perangkat keras yang diperlukan, pemrograman dan pengetesan program, konversi sistem, pemilihan personil, evaluasi sistem dan pemeliharaan sistem.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Berisikan tentang kesimpulan dari seluruh pembahasan yang telah dikerjakan dari bab I sampai dengan bab v serta saran–saran yang mengacu pada rancangan yang telah diusulkan, u
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Dua teknologi yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan jutaan manusia adalah Internet dan ponsel. Internet memberikan kemudahan dalam mengakses informasi-informasi yang sangat berharga dengan biaya murah dan tidak tergantung pada lokasi. Ponsel menghubungkan jarak yang begitu jauh untuk berkomunikasi. Penggabungan dua teknologi tersebut memungkinkan untuk mengakses informasi yang tidak tergantung pada sumber
informasi dan lokasi akses.
Ponsel dengan fasilitas Wireless Application Protocol (WAP) memungkinkan untuk mendapatkan informasi terkini dari internet (Mambangun Wireless Application Protocol (WAP) Seri Penuntun Praktis, Mobile communication Laboratory STT Telkom Bandung, 10, 2002). WAP menggunakan bahasa komputasi yang dikenal sebagai Wireless Markup Language (WML) yang mengubah informasi berupa teks dari halaman situs dan menampilkannya di ponsel. Informasi adalah sesuatu yang sangat berharga, karena dengan adanya informasi dapat diambil keputusan-keputusan penting. Alamat-alamat penting di Kota Semarang (alamat Rumah Sakit, Hotel, Perguruan Tinggi, dan Sistem Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)) merupakan salah satu informasi penting yang diperlukan masyarakat, sehingga diperlukan sebuah sistem yang mampu menyimpan dan memproses semua data-data informasi tersebut. Saat ini pencarian informasi alamat masih menggunakan buku telepon (yellow pages) yang membutuhkan waktu lama, oleh karenanya penulis membuat aplikasi pencarian alamat menggunakan teknologi WAP sehingga memberikan kemudahan kepada masyarakat dan biaya yang lebih murah daripada lewat sms.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Belum adanya aplikasi pencarian alamat di ponsel, kebanyakan masih menggunakan yellow pages
2. Bagaimana membuat Mobile Web pencarian alamat penting di kota Semarang.
1.3 BATASAN MASALAH
Hal-hal yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah sebagai berikut :
1. Pengaksesan layanan informasi pencarian alamat menggunakan Teknologi WAP dibatasi hanya untuk alamat Rumah Sakit, Hotel, Perguruan Tinggi, dan Sistem Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU )
2. Dalam pembuatan sistem menggunakan Pendekatan Terstruktur ( Structure Approach ).
1.4 TUJUAN DAN MANFAAT
1.4.1 Tujuan
Membuat Mobile Web pencarian alamat penting di kota Semarang
1.4.2 Manfaat
Masyarakat dapat melakukan pencarian alamat dengan cepat menggunakan ponsel dengan biaya murah.
1.5 METODOLOGI PENELITIAN
Langkah-langkah untuk menyelesaikan skripsi ini adalah :
1. Studi literatur dari buku-buku, majalah, artikel dan internet
2. Wawancara, menanyakan kepada beberapa sumber yang terpercaya, untuk memberikan masukan-masukan yang penting bagi pelaksanaan skripsi
3. Perancangan, merealisasikan rancangan aplikasi yang telah disusun
4. Pembuatan program menggunakan wml editor, php edit, wbmp
5. Pengujian, melakukan pengujian terhadap aplikasi yang dibuat disesuaikan dengan perancangan
6. Implementasi, mengimplementasikan hasil perancangan yang dibuat menjadi tampilan program yang menarik
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Menjelaskan tentang latar belakang diambilnya judul skripsi Pembangunan Mobile Web Pencarian Alamat Penting di Kota Semarang dan tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan skripsi ini. Penulis juga memberikan batasan-batasan masalah dalam perancangan aplikasi. Pada bagian akhir dari Bab I dipaparkan juga mengenai sistem pembuatan laporan skripsi, mengenai garis besar substansi yang diberikan pada masalah-masalah tiap bab.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini memaparkan mengenai alasan yang melandasi dan mendukung dalam perancangan aplikasi layanan pencarian alamat. Menjelaskan pengetahuan-pengetahuan yang diperlukan pada perancangan skripsi ini, seperti perkembangan teknologi telekomunikasi dengan layanan WAP, protokol pada ponsel bergerak, struktur dari WML, PHP dan MYSQL.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PEMBANGUNAN
MOBILE WEB PENCARIAN ALAMAT PENTING DI KOTA
SEMARANG
Bab ini memaparkan analisis dan perancangan sistem dimulai dari perancangan basis data yang meliputi pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD) dan Data Flow Diagram (DFD) sebagai alat untuk membantu dalam pembuatan dan analisis sistem.
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN PROGRAM PEMBANGUNAN
MOBILE WEB PENCARIAN ALAMAT PENTING DI KOTA
SEMARANG
Bab ini akan memaparkan cara pembuatan aplikasi serta pengujian terhadap aplikasi yang menghubungkan basisdata MYSQL server, selain pengujian terhadap aplikasi juga dipaparkan pula pengujian sistem dari pengguna.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari penulis mengenai perbaikan dan pengembangan untuk aplikasi layanan informasi pencarian alamat yang lebih baik
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIOGRAPHI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi di bidang komputer saat ini yang berkembang pesat, dapatmeningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam melakukan setiap perkerjaan. Komputer bukan hanya sekedar alat pengolah data dan gambar saja tetapi penggunaannya semakin meluas, yakni dengan menjadi salah satu sarana komunikasi dan pengontrolan. Agar komputer bias berkomunikasi satu sama lain, diperlukan adanya jaringan, baik LAN, WAN, maupun internet.
Pengembangan jaringan komunikasi data antar komputer menjadikan Internet muncul dengan berbagai macam aplikasi.Salah satu aplikasinya yaitu World Wide Web (atau selanjutnya disebut “web” saja).Diaal perkembangannya. World Wide Web hanya digunakan untuk kalangan akademis dan riset,namun sekarang World Wide Web digunakan untuk pendidikan,bisnis dan hiburan.
Seiring dengan perkembangan ini maka dimanfaatkan WWW sebagai interface untuk suatu aplikasi pada komputer.Salah satu bentuk aplikasinya yaitu sistem kontrol yang biasa dilakukan dengan menggunakan web server sebagai media yang menerima perintah melalui PHP.
Pengontrolan berbasis internet diatas memberikan ide kepada penulis untuk dapat digunakan sebagai pemantau ruangan rumah, pada setiap ruangan dapat dikontrol secara otomatis kapan saja diinginkan dan di manapun berada melalui komputer atau jaringan internet berbasiskan web browser. Sistem yang dikontrolkan memerlukan program aplikasi bahasa pemograman Visual Basic untuk pengontrolan otomatis on/off lampu rumah.
Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan menggunakan teknologi SST(Spread-Sprectum Technology) . Teknologi ini memungkinkan beberapa user menggunakan pita frekuensi yag secara bersamaan. SST ini juga merupakan salah satu pengembangan teknologi CDMA ( Code Divison Multiple Access). Dengan urutan kode data ditransfer ke udara dan diterima oleh tujuan yang berhak dengan kode tersebut.
Mobile/Desktop PC Merupakan perangkat keras untuk klien, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan PC card PCMCIA dalam bentuk ISA (Industry Standard Architecture) atau PCI(Peripheral Component Interconnect) card. Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan menggunakan teknologi SST(Spread-Sprectum Technology) Sehingga dari latar belakan tersebut,tugas akhir ini penulis beri judul
“PEMANFAATAN KAMERA WEBCAME SEBAGAI PEMANTAU RUANGAN JARAK JAUH MELALUI JARINGAN INTERNET DENGAN MEMAKAI PROGRAM VISUAL BASIC 6.0, PHP DAN MySQL”
1.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan perancangan Tugas Akhir ini adalah :
1. Melengkapi syarat kelulusan program sarjana S-1. Program Studi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Sains Teknologi TD Pardede Medan,serta sebagai syarat untuk memenuhi mata kuliah Tugas Akhir.
2. Menerapkan ilmu yang diperoleh selama dibangku perkuliahan untuk merancang alat elektronika yang berguna dan bernilai tambah.
3. Mengaplikasikan teknologi perangkat lunak untuk merancang pengontrolan pergerakan webcam dan pengambilan gambar dari webcam. dari jarak jauh yang berguna bagi siapa saja yang membutuhkannya.
1.3 Batasan Penelitian
Penulis menyadari ilmu penetahuan yang dimiliki terbatas.Sehingga dalam pembuatan proyek tugas akhir dibuat suatu pembahasan masalah.Adapun batasan masalah yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
1. Pemograman rangkaian DB 25 sebagai interface antara PC dengan elemen-elemen elektronika yang akan dikendalikan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic versi 6.0.
2. Mengakses server melalui client menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL.
3.Software untuk mengambil gambar dari webcam menggunakan bahasa pemrograman visual basic.
Jadi hal yang berkenaan di luar sistem seperti penggunaan hasil rancangan dalam bidang industri, catu daya listrik sistem, adalah di luar lingkup pembahasan.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Dapat memanfaatkan PC sebagai alat pemantau ruangan yang diakses melalui internet.
2. Dapat memahami prinsip kerja PC yang terkoneksi melalui internet dengan komponen pendukung lainnya serta dapat membuat analisis
1.5 Sistematika Penulisan
Agar pembahasan pada tugas akhir ini terperinci dan terarah maka penulisannya disusun dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Batasan Masalah, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan sebagai gambaran umumdari pembahasan secara keseluruhan.
BAB II : DASAR TEORI
Bab ini menyajikan teori – teori dasar yang mendukung perancangan meliputi penjelasan umum Konsep Dasar Internet Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0, Bahasa Pemrograman PHP, Bahasa Pemrograman MySQL, Interface DB25, Protokol TCP/IP, IP Address, Motor Stepper dan camera Webcame.
BAB III : PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
Bab ini membahas tentang perancangan sistem yang dimulai dengan perancangan blok diagram sistem dan setiap bagian rangkaian yang membangun sistem terdiri dari rangkaian Rancangan Algoritma Software, Rancangan Listing Program, Rancangan Rangkaian webcame, Rangkaian Lengkap dan perancangan rangkaian keseluruhan serta penjelasan cara kerja sistem.
BAB IV : PENGUJIAN PERANGKAT DAN ANALISIS
Bab ini menerangkan penggunan program pada sistem dengan membahas diagram alir Pengujian Program Index.php, Pengujian Program Login.php, Pengujian Program Aplikasi Visual Basic 6.0., Pengujian Program Control. Php koneksi dengan Visual Basic serta pengujian pada setiap bagian rangkaian yang membangun sistem.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan kesimpulan dan saran dari hasil penulisan laporan Tugas Akhir ini.
CHAPTER I
INTRODUCTION
1.1 Background
Human beings as one of the three alive-creatures besides animal and plant have a particular ability, which makes him so special, that dominates the others. They are able to adapt, to survive and to analyze the universe phenomenon, which make their quality of life better and better since the past. They have the whole ability because God has granted them brain. Their curiosities are so great that they learn more and more. Besides, something that makes them more special than the others is they know the way to express their feeling, thought, and emotion. Something to provide “a place” for all of the people’s expression is literature.
Literature, according to Moleong as quoted by Spadlex (2000:13), is the knowledge which is earned by human beings arise conduct and it is used to reflect and express experience. Another opinion said that literature is one of the great creative and universal means of communicating the emotional, spiritual, or intellectual concerns of mankind (The Encyclopedia of Americana, vol. 22:559). It seems that something human being does deals literature, especially in communicating. To communicate to each other may be done by a means, such as by a letter, speaking directly, by phone etc. Even something they wrote or said, no matter what its content, could be called a literature. Well, in this life, in purpose or not in purpose, they have involved in a literature.
By using their mind they produced an expression of their feeling, emotion and thought to communicate with others. And this result of literature is called a literary work. Literary work consists of two types, namely imaginative and non-imaginative. Both literary works are basically the same, that is both are expressed aesthetically, but they have a different in expression. Imaginative type is commonly using connotative sentence to express an idea, while non-imaginative type is more realistic than the imaginative one. It uses denotative sentence.
Non-imaginative type consists of essay, criticism, biography, autobiography, history, memoir, diary, and letters. And imaginative type consists of poetry, fiction, and drama. In this paper, the writer takes a drama as an object that will be further analyzed. Drama may be defined as a work of literature or a composition which delineates life and human activity by means of presenting various actions of – and dialogues between – a group of characters (Reaske, 1966:5).
Drama was firstly introduced by a Greek philosopher Aristotle. He also identified six elements of drama that enhance not only the story telling, but also the instructive and aesthetic values of a play. The first four of the elements is plot, character, thought, and diction (relate to drama / written script). And the last two elements are music and spectacle (relate to theatre / the play in performance). (http://www.appendix%20C%20elements.html, accessed on December 21st 2004).
To analyze a drama in a study or paper there must be minimally two elements that support each other, such as plot and character. Plot and character are two significant elements and very needed in a story. Plot is the arrangement of the incidents or events in a story, which are interconnected each other, that makes a story more interesting and easy to be comprehended. Meanwhile, character is the player in the story; it may be humans, animals, or other imagination creatures created by the author. The story contains problems appearing within the actions that make the character struggle to overcome the problems. Therefore, the writer takes a topic “The Influence of the Main Character’s Conflicts towards Plot in Oscar Wilde’s The Importance of Being Earnest”. The writer utilizes the characteristic of the main character and is supported by the plot to find out the influence the character’s conflicts towards the plot in the play.
1.2 Objective of the Study
After reading the story of the drama, the writer concludes that there are many conflicts found which dealing with the main character. And of course the conflicts may influence the main character. Therefore, the writer can illustrate the objective of the study into four objectives. First, to find out the Earnest Worthing’s and Algernon’s characteristics and their characterization in Oscar Wilde’s The Importance of Being Earnest. Second, after analyzing the main characteristics, the writer tries to find out the conflicts dealing with them, either internal or external conflicts. Then third, the writer will try to elaborate the plots one by one. And finally, the writer will try to find out how far the influence of the main character’s conflicts toward the plots in The Importance of Being Earnest.
1.3 Scope of the Study
As there are many aspects in the Oscar Wilde’s The Importance of Being Earnest, the writer makes a limitation of discussion to assure the theme of this thesis’ analysis, namely the main characters, Earnest Worthing and Algernon, and the characterization of the main characters by Oscar Wilde; the internal and external conflicts which deal with the main characters; the plots; and the influence of the main character’s conflicts toward the plots.
1.4 Method
Methods are needed to analyze the drama. In this paper the writer applies library research as the method of the study and applies psychological approach to analyze the main characters’ characteristics in order to find out the conflicts and then relate them to plots, hence the influence of the main characters’ conflicts toward the plots will be revealed.
1.4.1 Method of the Study
The library research was applied to support the analysis of the drama, collecting some data and information needed from the relevant books or other resources. Then reading and comprehending the data, making some notes until making conclusion. According to Atar Semi, library research is a method of doing a research in a working room or library, where the needed data and information about the subject matter are required through books or other audiovisual means. Library research is done to collect the data by finding some books related to the research as references (1993:8).
1.4.2 Method of Approach
Semiotic approach is employed in analyzing the drama. As Nurgiyantoro said that semiotic is a science or analysis method to examine signs. The signs could be a body language, mouth, eyes movement, color, and other things around our life (2000: 40). In this paper the writer utilizes psychological approach to analyze the main characters in the Oscar Wilde’s The Importance of Being Earnest. It seems those approaches very close to analyze the aspects, especially the main character’s conflict and the plot, found in the main characters’ characteristic and the setting which influences the main characters. The analysis of the main characters is made by unfolding the character through actions and dialogue.
Literary works manifest social life and have a close relation with social community, as commonly literary works discuss the human life. Based on that statement the writer uses psychological approach to analyze the main characters. Psychological approach is an approach that is applied since literary works are frequently study events or phenomenon about human’s life (Atarsemi, 76:1993). Psychic conflicts are caused by psychological problems. It is natural, as humans’ character that desire something more and more which actually their ability and capability are limited. Therefore, humans’ life is just like a drama, which containing plots of life that may be due to humans’ characteristics and their interaction to surroundings in their social life or interaction to them selves, their mind or heart, in this case is internal conflicts. The psychological approach here includes the main characters’ characteristics and is used to analyze the main characters’ conflicts. The psychological approach is appropriate, because it can be used to explain the plot aspect and the characteristic of the main characters.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebuah sistem yang menyerupai dan membolehkan lebih dari satu pemakai komputer (maksimal penambahan sesuai dengan adanya slot PCI dan port USB yang belum digunakan dalam pemakainnya) untuk menjalankan sistem operasi secara bersamaan dan berdiri sendiri dengan komputer lain (server), sistem seperti ini disebut PC Cloning. Dengan mengklonning PC, maka dari sebuah PC client yang rendah menjadi serupa dengan PC server yang digunakan (menjadi meningkat pada PC client).
PC Clonning merupakan suatu bentuk efisiensi dalam penggunaan software dan hardware. Software hanya diinstal di server, kemudian diklon untuk penggunaan bersama beberapa station (client) dalam satu PC, bahkan untuk program aplikasi besar seperti CorelDraw, AutoCAD, Photoshop, juga dapat untuk akses ke Internet secara bersama-sama tanpa mensetting proxy. USB adalah singkatan dari Universal Serial Bus. USB merupakan suatu teknologi yang memungkinkan kita untuk menghubungkan alat eksternal (peripheral) seperti scanner, printer, mouse, papan ketik (keyboard), alat penyimpan data (zip drive), flash disk, kamera digital atau perangkat lainnya ke komputer.
Dalam penggunaan PC Clonning dapat menghemat hardware dalam berbagai hal, sehingga para user dapat memakai sebuah komputer hanya dengan adanya monitor, keyboard USB, dan mouse USB dalam satu PC, yang dapat menyerupai komputer yang peralatannya lengkap dengan CPU. Untuk melakukan klonning terhadap PC, diperlukan software yang dapat mengatur penggunaan sumber daya komputer. BeTwin merupakan software yang mampu melakukan klonning ini dengan mudah dalam menjalankannya. BeTwin memungkinkan pemakaian sistem operasi Windows 98, Windows Millenium Edition, Windows 2000 dan Windows XP secara bersamaan dalam satu CPU untuk beberapa pemakai sekaligus.
1.2 Permasalahan
Dalam pembuatan proyek tugas akhir ini adalah bagaimana cara menginstal software dan hardware pada sebuah PC Clonning yang dalam 1 PC dapat menjadi 2 komputer, dengan penambahannya hanya sebuah software dan hardware dalam menggunakannya.
1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan tugas akhir ini adalah :
- Memanfaatkan port USB sebagai interface dalam membagi 1 PC menjadi 2 komputer yang dipakai pada server dan client.
- Dalam pembuatan PC Clonning melalui port USB ini digunakan untuk melaksanakan pembuatan proyek tugas akhir.
- Dengan menggunakan software BeTwin dapat mengatur suatu sistem komputer server dan client pada sebuah PC dalam proyek tugas akhir ini.
1.4 Metode Penelitian
Penyusunan dan penulisan tugas akhir ini dilakukan dengan metode penelitian sebagai berikut :
1. Studi pustaka, dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber referensi yang meliputi bahan-bahan dalam menunjang tugas akhir.
2. Analisis dan eksperimen dalam pembuatan PC Clonning melalui port USB memakai Software BeTwin, yang sistem pengoperasiannya dengan menggunakan Windows 2000.
3. Implementasi, ini dilakukan dengan cara menggunakan fasilitas Laboratorium Akademik, untuk melakukan pelatihan dan praktek berdasarkan teori dari berbagai macam sumber.
1.5 Manfaat
Manfaat dari penulisan dalam tugas akhir ini yaitu dengan sistem klonning dapat mengurangi biaya penambahan station komputer, sehingga akan mengurangi investasi dan memudahkan perawatan sistem operasi. Bahkan disetiap user dapat surfing di internet, akses website yang berbeda-beda melalui satu jaringan LAN, modem dan satu line telepon.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagi berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang, permasalahan, tujuan, metode penelitian, manfaat dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini membahas mengenai perkembangan teknologi pada sebuah PC komputer, teknologi PC Clonning, port USB, software BeTwin, dan penambahan software serta hardware.
BAB III : ANALISIS DAN PERANCANGAN PADA PC CLONNING
Dalam bab ini membahas mengenai analisis, perancangan, implementasi, pengujian, spesifikasi software dan hardware pada PC Clonning, pemakaian BeTwin pada Windows 2000, dan membagi koneksi internet.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini menjelaskan mengenai kesimpulan dari hasil penulisan tugas akhir ini disertai saran-saran yang berguna untuk masyarakat luas di kemudian hari.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Umum
Tidak ada satu orangpun yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang secara sempurna, meskipun sudah menggunakan berbagai alat analisis. Setiap ramalan yang dilakukan tidak akan terlepas dari kesalahan perhitungan yang telah dilakukan. Penyebab melesetnya hasil ramalan karena dimasa yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Bahkan untuk hal-hal tertentu sama sekali tidak dapat diperhitungkan seperti maut dan rezeki. Jadi wajar jika terjadinya sesuatu dimasa yang akan datang hanya dapat direka-reka semata.
Musibah tersebut berdampak pada kehidupan manusia dan menyangkut kerugian keuangan. Sudah terbukti bahwa tindakan apapun yang diambil untuk mencegah kerugian dan bencana-bencana lainnya namun sejumlah tertentu kerugian tetap terjadi juga. Oleh karena itulah pentingnya fungsi perusahaan asuransi untuk mengambil alih risiko atas ketidakpastian yang dihadapi seseorang ataupun Badan Usaha, sehingga kerugian itu dapat dihindari atau diminimalkan.
Perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi apabila terjadi musibah atau kerugian. Begitu juga dengan PT. Asuransi Artarindo merupakan perusahaan asuransi yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap kemungkinan terjadinya kerugian. Dengan demikian akan semakin banyaknya masyarakat umum yang berminat untuk mengasuransikan harta benda mereka ke perusahaan asuransi. Calon nasabah yang semakin bertambah menyebabkan adanya peningkatan dalam penutupan polis asuransi
Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis mengambil bidang administrasi untuk dijadikan bahan penulisan Tugas Akhir yang mengambil judul:
“KOMPUTERISASI SISTEM PENERIMAAN NASABAH BARU
ASURANSI KEBAKARAN PADA PT. ASURANSI ARTARINDO JAKARTA”
1.2. Maksud Dan Tujuan
a. Maksud
Maksud dari penulisan Tugas Akhir ini adalah:
1. Untuk menerapkan ilmu yang didapat dan secara tak langsung ingin memajukan sistem penerimaan nasabah pada perusahaan asuransi yang diriset sehingga membantu mempermudah bagian yang menangani tugas ini.
2. Mempelajari sistem penerimaan penerimaan nasabah baru agar dapat mengatasi permasalahan dalam sistem penerimaan tersebut yang selama ini dilakukan secara manual.
b. Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan ini untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika jenjang pendidikan Diploma III (tiga) Jurusan Manajemen Informatika.
1.3. Metode Penelitian
Untuk menjadikan laporan yang lebih sempurna penulis menempuh beberapa metode dalam penulisan laporan ini. Adapun metode itu adalah sebagai berikut :
a. Metode Observasi
Yaitu dengan melakukan pengamatan dan peninjauan secara langsung ke bagian yang berhubungan dengan kegiatan penerimaan nasabah asuransi untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai proses pelaksanaan sistem yang berjalan dan untuk mengetahui permasalahan atau kendala yang ada.
b. Metode Wawancara
Dalam metode ini penulis melakukan wawancara atau konsultasi dengan bagian penerimaan nasabah. Hal ini penulis tempuh dengan maksud untuk lebih mengakuratkan data.
c. Metode Kepustakaan
Dengan menggunakan penelitian sumber-sumber yang ada diperpustakaan dan mempelajari kembali teori-teori yang diperoleh didalam bangku kuliah, hal ini dilakukan guna mendukung data yang telah didapat yang mengacu pada bidang-bidang yang berkaitan dengan objek riset yang ada hubungannya dengan penulisan tugas akhir ini.
1.4. Ruang Lingkup
Dalam menyusun penulisan tugas akhir ini, penulis membatasi dalam pembahasan mengenai penerimaan calon nasabah yaitu berkisar mengenai pada proses penerimaan data nasabah, proses analisa resiko dan pembuatan polis, serta proses pembuatan laporan.
1.5. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Tugas Akhir ini terdiri dari lima bab, adapun garis besar kerangka penulisan adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini terdiri dari 5 (lima) sub bab menerangkan tentang pendahuluan, umum, maksud dan tujuan penulisan, metode penelitian yang dipakai penulis, ruang lingkup serta sistematika penulisannya.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang konsep dasar dan peralatan pendukung yang digunakan dalam penulisan ini seperti pengertian system, definisi normalisasi dan tahapan normalisasi, tahapan diagram alir data dan kamus data sistem berjalan.
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
Bab ini berisi tentang sistem berjalan secara umum tinjauan terhadap perusahaan, struktur organisasi dan fungsi masing-masing jabatan, prosedur sistem berjalan, diagram alir data, kamus data sistem berjalan, spesifikasi bentuk dokumen masukan, dokumen keluaran, permasalahan dan alternatif pemecahan masalah.
BAB IV SISTEM RANCANGAN USULAN
Bab ini dijabarkan mengenai sistem usulan yang dibuat beserta diagram sistem usulan, prosedur sistem usulan beserta bentuk dokumen masukan dan bentuk dokumen keluaran, normalisasi file, spesifikasi file, struktur kode dan spesifikasi program, spesifikasi komputer yang terdiri dari umum, perangkat keras, perangkat lunak konfigurasi sistem komputer dan jadwal implementasi.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini berisikan kesimpulan dari uraian-uraian terdahulu dan saran-saran yang diajukan dalam mengatasi masalah dalam perancangan tugas akhir ini.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kriptografi kunci publik didasarkan kepada persoalan sulit seperti faktorisasi, problema Knapsack, kurva elips, algoritma diskrit, dan sebagainya. Faktorisasi, perpangkatan modulo bilangan besar dan bilangan prima merupakan fungsi matematika yang banyak digunakan dalam kriptografi kunci publik.
Untuk memahami proses faktorisasi, perpangkatan modulo bilangan besar dan pembentukan serta pengujian bilangan prima dengan menggunakan cara konvensional sering mengalami hambatan, misalnya dalam menentukan nilai dari 210000 mod 5500. Untuk mengatasi hal tersebut maka dapat dibuat sebuah perangkat lunak yang secara tahap demi tahap menjelaskan langkah yang ditempuh.
Atas dasar pertimbangan di atas, penulis ingin membuat tugas akhir dengan judul “Perancangan Perangkat Lunak Bantu Pemahaman Masalah Faktorisasi, Perpangkatan Modulo dan Bilangan Prima”.
1.2 Perumusan Masalah
Pokok permasalahan dari penyusunan tugas akhir (skripsi) ini adalah bagaimana membuat suatu perangkat lunak pemahaman masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan bilangan prima.
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan penyusunan tugas akhir (skripsi) ini adalah untuk merancang suatu perangkat lunak yang mampu untuk membantu pemahaman terhadap masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan bilangan prima dengan menjelaskan tahapan – tahapan penyelesaiannya.
Manfaat dari penyusunan tugas akhir (skripsi) ini yaitu perangkat lunak hasil rancangan dapat digunakan sebagai fasilitas pendukung dalam proses belajar – mengajar terutama pada mata kuliah Kriptografi.
1.4 Pembatasan Masalah
Karena keterbatasan waktu dan pengetahuan penulis, maka penyusunan tugas akhir (skripsi) hanya mencakup hal – hal berikut :
1. Masalah Faktorisasi menggunakan algoritma Greater Common Divisor (GCD).
2. Masalah Perpangkatan Modulo menggunakan algoritma Fast Exponentiation.
3. Masalah Pembangkit Bilangan Prima menggunakan metoda Rabin – Miller.
4. Perangkat lunak hanya mendukung input berupa numerik bilangan bulat positif dengan batas maksimal sampai 1016.
5. Bilangan yang akan dicoba dapat di-input sendiri atau dihasilkan secara acak (random) oleh komputer.
1.5 Metodologi Penyelesaian Masalah
Langkah – langkah penyelesaian penyusunan tugas akhir (skripsi) adalah :
1. Membaca dan mempelajari buku – buku yang berhubungan dengan masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan pembangkit bilangan prima.
2. Mempelajari penerapan algoritma Greater Common Divisor (GCD) untuk menyelesaikan masalah faktorisasi.
3. Mempelajari penerapan algoritma Fast Exponentiation untuk menyelesaikan masalah perpangkatan modulo.
4. Mempelajari penerapan metoda Rabin – Miller untuk menyelesaikan masalah pembangkitan bilangan prima.
5. Merancang perangkat lunak bantu pembahaman masalah faktorisasi, perpangkatan modulo, dan bilangan prima dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.
[ Read More ]
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kriptografi kunci publik didasarkan kepada persoalan sulit seperti faktorisasi, problema Knapsack, kurva elips, algoritma diskrit, dan sebagainya. Faktorisasi, perpangkatan modulo bilangan besar dan bilangan prima merupakan fungsi matematika yang banyak digunakan dalam kriptografi kunci publik.
Untuk memahami proses faktorisasi, perpangkatan modulo bilangan besar dan pembentukan serta pengujian bilangan prima dengan menggunakan cara konvensional sering mengalami hambatan, misalnya dalam menentukan nilai dari 210000 mod 5500. Untuk mengatasi hal tersebut maka dapat dibuat sebuah perangkat lunak yang secara tahap demi tahap menjelaskan langkah yang ditempuh.
Atas dasar pertimbangan di atas, penulis ingin membuat tugas akhir dengan judul “Perancangan Perangkat Lunak Bantu Pemahaman Masalah Faktorisasi, Perpangkatan Modulo dan Bilangan Prima”.
1.2 Perumusan Masalah
Pokok permasalahan dari penyusunan tugas akhir (skripsi) ini adalah bagaimana membuat suatu perangkat lunak pemahaman masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan bilangan prima.
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan penyusunan tugas akhir (skripsi) ini adalah untuk merancang suatu perangkat lunak yang mampu untuk membantu pemahaman terhadap masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan bilangan prima dengan menjelaskan tahapan – tahapan penyelesaiannya.
Manfaat dari penyusunan tugas akhir (skripsi) ini yaitu perangkat lunak hasil rancangan dapat digunakan sebagai fasilitas pendukung dalam proses belajar – mengajar terutama pada mata kuliah Kriptografi.
1.4 Pembatasan Masalah
Karena keterbatasan waktu dan pengetahuan penulis, maka penyusunan tugas akhir (skripsi) hanya mencakup hal – hal berikut :
1. Masalah Faktorisasi menggunakan algoritma Greater Common Divisor (GCD).
2. Masalah Perpangkatan Modulo menggunakan algoritma Fast Exponentiation.
3. Masalah Pembangkit Bilangan Prima menggunakan metoda Rabin – Miller.
4. Perangkat lunak hanya mendukung input berupa numerik bilangan bulat positif dengan batas maksimal sampai 1016.
5. Bilangan yang akan dicoba dapat di-input sendiri atau dihasilkan secara acak (random) oleh komputer.
1.5 Metodologi Penyelesaian Masalah
Langkah – langkah penyelesaian penyusunan tugas akhir (skripsi) adalah :
1. Membaca dan mempelajari buku – buku yang berhubungan dengan masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan pembangkit bilangan prima.
2. Mempelajari penerapan algoritma Greater Common Divisor (GCD) untuk menyelesaikan masalah faktorisasi.
3. Mempelajari penerapan algoritma Fast Exponentiation untuk menyelesaikan masalah perpangkatan modulo.
4. Mempelajari penerapan metoda Rabin – Miller untuk menyelesaikan masalah pembangkitan bilangan prima.
5. Merancang perangkat lunak bantu pembahaman masalah faktorisasi, perpangkatan modulo, dan bilangan prima dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum berasal dari bahasa Inggris “Curriculum” berarti Rencana Pelajaran. (S. Wojowasito-WJS. Poerwadarminta, 1980 : 36.).
Secara istilah, kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Depag. RI. Dir. Jen. Kelembagaan Agama Islam, 2004 : 2).
Dari pengertian tersebut kurikulum sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar mengajar disekolah, yang merupakan jembatan untuk tercapainya suatu tujuan Pendidikan Nasional.
Pada perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, serta seni dan budaya. Perkembangan dan perubahan yang secara terus menerus menuntut perlunya sistem Pendidikan Nasional termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tersebut.
Atas dasar tuntutan tersebut maka diperlukan suatu upaya peningkatan mutu pendidikan termasuk yang diselenggarakan di madrasah, yang dilakukan secara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral/akhlaq, pengetahuan, kesehatan, ketrampilan dan seni. Pengembangan pendidikan di madrasah dilakukan sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan jatidiri madrasah pada seluruh aspeknya. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berhasil dimasa datang. Dengan demikian peserta didik memiliki ketangguhan, kemandirian, dan jatidiri yang dikembangkan melalui kesinambungan. Oleh karena itu diperlukan penyempurnaan kurikulum yang berbasis pada kompetensi peserta didik.
Penyempurnaan kurikulum ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut :
1. UUD 1945 dan Pembukaannya.
2. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.
3. Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, dan
4. Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom.
Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom berimplikasi terhadap kebijakan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik ke desentralistik juga berimplikasi terhadap penyempurnaan kurikulum sekolah.
Penyempurnaan kurikulum tersebut mengacu pada Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berkenaan dengan pasal-pasal sebagai berikut :
1. Pasal 3 yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Pasal 35 Ayat (1), yang menyatakan bahwa Sstandart Nasional Pendidikan terdiri atas standart isi, proses kompotensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembayaran, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
3. Pasal 37 Ayat (1), yang menyatakan bahwa pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, Ilmu Pentahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga, Ketrampilan/kejuruan, dan Muatan Lokal.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tergugah mengangkat permasalahan yang dimaskud sebagai bukti bahwa kurikulum berbasis kompetensi akan lebih cocok dengan tujuan Pendidikan Nasional. Dan penulis ingin meneliti terhadap hasil belajar siswa di MTs. Manbail Futuh dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi.
B. Penegasan Judul
Untuk mempermudah pemahaman terhadap judul skripsi ini penulis perlu menjelaskan variabel-variabel yang ada dalam judul, yaitu :
1. Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), sebagai variabel bebas.
- Penerapan adalah pemasangan, pengenaan ; perihal mempraktikkan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988 : 935).
- Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah “suatu konsep menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standart performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penugasan terhadap seperangat kompetensi tertentu”. (E. Mulyasa, 2003 : 39).
-
2. Hasil belajar siswa sebagai variabel terikat.
Menurut S. Nasution (1983 : 3), hasil belajar atau prestasi siswa adalah “hasil yang telah dicapai dalam bentuk perubahan kelakuan anak berdasarkan pengalaman dan pelatihan”.
Sedangkan menurut Sumartono (1976 : 8) tes hasil belajar adalah “suatu nilai yang menunjukkan hasil tertinggi dalam belajar yang dapat dicapai menurut kemampuan anak dalam bidang studi tertentu”.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas yang dimaskud dengan judul skripsi ini adalah Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh sejauh mana berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
C. Alasan Pemilihan Judul
Penulisan skripsi ini mempunyai alasan sebagai berikut :
1. Kurikulum merupakan komponen yang amat penting di dunia pendidikan, karena kurikulum merupakan suatu usaha yang menjembatani tercapainya Pendidikan Nasional.
2. Kurikulum Berbasis Kompetensi baru diterapkan secara nasional pada tahun 2004-2005 sehingga sangat perlu sendini mungkin diadakan penelitian.
3. Hasil belajar siswa merupakan suatu tahapan yang harus dicapai dalam pebelajaran sebagai tolak ukur dari keberhasilan penerapan suatu kurikulum.
D. Rumusan Masalah
Problematika yang sesuai dengan judul skripsi atas dasar pertimbangan latar belakang masalah, maka penulis mengemukakan yang perlu dipecahkan sebagai berikut :
1. Bagaimana Pelaksnaan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
2. Bagaimana hasil belajar yang dicapai di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
3. Bagaimana Pengaruh Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
E. Tujuan Pembahasan
Tujuan penulis dalam pembahasan ini sesuai dengan rumusan diatas ialah :
1. Ingin mengetahui Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
2. Ingin mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
3. Ingin mengetahui pengaruh Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
F. Metodologi Pembahasan
Dalam pembahasan skripsi ini dengan berdasarkan pada data-data pustaka sebagai landasan teori, penulis menggunakan tiga metode pembahasan yaitu :
1. Metode induksi yaitu suatu cara berfikir berdarkan pengalaman-pengalaman khusus menuju kebenaran umum. (Arief Furchan, 1982 : 29).
2. Metode deduksi yaitu suatu proses berfikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. (Arief Furchan, 1982 : 22).
G. Hipotesa
Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya.
“Ada dua jenis hipotesis yang gunakan dalam penelitian :
1. Hipotesis kerja atau hipotesa alternatif (Ha). Hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel x dan y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.
2. Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho atau hipotesis statistik, karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik yaitu diuji dengan statistik. Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel atau tidak adanya pengaruh variabel x terhadap variabel y”. (Suharsimi Arikunto, 1993 : 65).
Hipotesa yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah hipotesa alternatif atau hipotesa kerja (Ha) yang berbunyi: “Ada pengaruh penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh”.
H. Sistematika Pembahasan
Dalam sistematika pembahasan skripsi ini terdiri dari beberapa bagian yang merupakan pelengkap atau pendukung suatu karya ilmiah. Bagian depan memuat Halaman Judul, Pengesahan, Motto, Kata Pengantar dan Daftar Isi. Dan bagian belakang memuat Daftar Kepustakaan dan beberapa lampiran yang diperlukan.
Pada bagian isi merupakan inti pokok skripsi yang terdiri dari lima bab yang dibagi atas sub bab-bab.
Bab satu adalah Pendahuluan, yang meliputi : Latar Belakang Masalah, Penegasan Judul, Alasan Pemilihan Judul, Rumusan Masalah, Tujuan Pembahasan, Metodologi Pembahasan, Hipotesa, Sistematika Pembahasan.
Bab dua adalah Landasan Teori : yang meliputi Pembahasan tentang KBK meliputi pengertian KBK, Pengertian Kompetensi dalam KBK, Karakteristik KBK, Komponen-komponen dalam KBK dan Evaluasi dalan KBK ; Pembahasan mengenai hasil belajar siswa meliputi, Pengertian hasil belajar, dan Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ; Pengaruh, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam hasil belajar siswa.
Bab tiga adalah Metodologi Penelitian, yang meliputi Populasi dan Sampel, Metode Pengumpulan Data, Tehnik Analisa Data.
Bab empat adalah Hasil Laporan Penelitian, yang meliputi Latar Belakang, Penyajian Data, dan Analisa Data.
Bab lima adalah penutup pada bab ini meliputi Kesimpulan dan Saran-saran.
[ Read More ]
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum berasal dari bahasa Inggris “Curriculum” berarti Rencana Pelajaran. (S. Wojowasito-WJS. Poerwadarminta, 1980 : 36.).
Secara istilah, kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Depag. RI. Dir. Jen. Kelembagaan Agama Islam, 2004 : 2).
Dari pengertian tersebut kurikulum sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar mengajar disekolah, yang merupakan jembatan untuk tercapainya suatu tujuan Pendidikan Nasional.
Pada perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, serta seni dan budaya. Perkembangan dan perubahan yang secara terus menerus menuntut perlunya sistem Pendidikan Nasional termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tersebut.
Atas dasar tuntutan tersebut maka diperlukan suatu upaya peningkatan mutu pendidikan termasuk yang diselenggarakan di madrasah, yang dilakukan secara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral/akhlaq, pengetahuan, kesehatan, ketrampilan dan seni. Pengembangan pendidikan di madrasah dilakukan sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan jatidiri madrasah pada seluruh aspeknya. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berhasil dimasa datang. Dengan demikian peserta didik memiliki ketangguhan, kemandirian, dan jatidiri yang dikembangkan melalui kesinambungan. Oleh karena itu diperlukan penyempurnaan kurikulum yang berbasis pada kompetensi peserta didik.
Penyempurnaan kurikulum ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut :
1. UUD 1945 dan Pembukaannya.
2. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.
3. Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, dan
4. Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom.
Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom berimplikasi terhadap kebijakan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik ke desentralistik juga berimplikasi terhadap penyempurnaan kurikulum sekolah.
Penyempurnaan kurikulum tersebut mengacu pada Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berkenaan dengan pasal-pasal sebagai berikut :
1. Pasal 3 yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Pasal 35 Ayat (1), yang menyatakan bahwa Sstandart Nasional Pendidikan terdiri atas standart isi, proses kompotensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembayaran, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
3. Pasal 37 Ayat (1), yang menyatakan bahwa pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, Ilmu Pentahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga, Ketrampilan/kejuruan, dan Muatan Lokal.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tergugah mengangkat permasalahan yang dimaskud sebagai bukti bahwa kurikulum berbasis kompetensi akan lebih cocok dengan tujuan Pendidikan Nasional. Dan penulis ingin meneliti terhadap hasil belajar siswa di MTs. Manbail Futuh dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi.
B. Penegasan Judul
Untuk mempermudah pemahaman terhadap judul skripsi ini penulis perlu menjelaskan variabel-variabel yang ada dalam judul, yaitu :
1. Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), sebagai variabel bebas.
- Penerapan adalah pemasangan, pengenaan ; perihal mempraktikkan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988 : 935).
- Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah “suatu konsep menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standart performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penugasan terhadap seperangat kompetensi tertentu”. (E. Mulyasa, 2003 : 39).
-
2. Hasil belajar siswa sebagai variabel terikat.
Menurut S. Nasution (1983 : 3), hasil belajar atau prestasi siswa adalah “hasil yang telah dicapai dalam bentuk perubahan kelakuan anak berdasarkan pengalaman dan pelatihan”.
Sedangkan menurut Sumartono (1976 : 8) tes hasil belajar adalah “suatu nilai yang menunjukkan hasil tertinggi dalam belajar yang dapat dicapai menurut kemampuan anak dalam bidang studi tertentu”.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas yang dimaskud dengan judul skripsi ini adalah Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh sejauh mana berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
C. Alasan Pemilihan Judul
Penulisan skripsi ini mempunyai alasan sebagai berikut :
1. Kurikulum merupakan komponen yang amat penting di dunia pendidikan, karena kurikulum merupakan suatu usaha yang menjembatani tercapainya Pendidikan Nasional.
2. Kurikulum Berbasis Kompetensi baru diterapkan secara nasional pada tahun 2004-2005 sehingga sangat perlu sendini mungkin diadakan penelitian.
3. Hasil belajar siswa merupakan suatu tahapan yang harus dicapai dalam pebelajaran sebagai tolak ukur dari keberhasilan penerapan suatu kurikulum.
D. Rumusan Masalah
Problematika yang sesuai dengan judul skripsi atas dasar pertimbangan latar belakang masalah, maka penulis mengemukakan yang perlu dipecahkan sebagai berikut :
1. Bagaimana Pelaksnaan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
2. Bagaimana hasil belajar yang dicapai di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
3. Bagaimana Pengaruh Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
E. Tujuan Pembahasan
Tujuan penulis dalam pembahasan ini sesuai dengan rumusan diatas ialah :
1. Ingin mengetahui Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
2. Ingin mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
3. Ingin mengetahui pengaruh Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
F. Metodologi Pembahasan
Dalam pembahasan skripsi ini dengan berdasarkan pada data-data pustaka sebagai landasan teori, penulis menggunakan tiga metode pembahasan yaitu :
1. Metode induksi yaitu suatu cara berfikir berdarkan pengalaman-pengalaman khusus menuju kebenaran umum. (Arief Furchan, 1982 : 29).
2. Metode deduksi yaitu suatu proses berfikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. (Arief Furchan, 1982 : 22).
G. Hipotesa
Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya.
“Ada dua jenis hipotesis yang gunakan dalam penelitian :
1. Hipotesis kerja atau hipotesa alternatif (Ha). Hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel x dan y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.
2. Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho atau hipotesis statistik, karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik yaitu diuji dengan statistik. Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel atau tidak adanya pengaruh variabel x terhadap variabel y”. (Suharsimi Arikunto, 1993 : 65).
Hipotesa yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah hipotesa alternatif atau hipotesa kerja (Ha) yang berbunyi: “Ada pengaruh penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh”.
H. Sistematika Pembahasan
Dalam sistematika pembahasan skripsi ini terdiri dari beberapa bagian yang merupakan pelengkap atau pendukung suatu karya ilmiah. Bagian depan memuat Halaman Judul, Pengesahan, Motto, Kata Pengantar dan Daftar Isi. Dan bagian belakang memuat Daftar Kepustakaan dan beberapa lampiran yang diperlukan.
Pada bagian isi merupakan inti pokok skripsi yang terdiri dari lima bab yang dibagi atas sub bab-bab.
Bab satu adalah Pendahuluan, yang meliputi : Latar Belakang Masalah, Penegasan Judul, Alasan Pemilihan Judul, Rumusan Masalah, Tujuan Pembahasan, Metodologi Pembahasan, Hipotesa, Sistematika Pembahasan.
Bab dua adalah Landasan Teori : yang meliputi Pembahasan tentang KBK meliputi pengertian KBK, Pengertian Kompetensi dalam KBK, Karakteristik KBK, Komponen-komponen dalam KBK dan Evaluasi dalan KBK ; Pembahasan mengenai hasil belajar siswa meliputi, Pengertian hasil belajar, dan Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ; Pengaruh, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam hasil belajar siswa.
Bab tiga adalah Metodologi Penelitian, yang meliputi Populasi dan Sampel, Metode Pengumpulan Data, Tehnik Analisa Data.
Bab empat adalah Hasil Laporan Penelitian, yang meliputi Latar Belakang, Penyajian Data, dan Analisa Data.
Bab lima adalah penutup pada bab ini meliputi Kesimpulan dan Saran-saran.
BAB I
PENDAHULUAN
A Latar Belakang Penelitian
Sistem informasi merupakan komponen yang penting dalam sebuah organisasi karena dengan sistim informasi suatu organisasi dapat mengelola manajemen dengan baik. Sistim Informasi erat kaitannya dengan kegiatan pertukaran data, dan pemrosesan data. Pertukaran data melalui sebuah jaringan dapat membantu dalam banyak hal seperti akses yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, penghematan biaya dan tenaga. Pertukaran data ini dapat terjadi apabila dua komputer atau lebih berada dalam jaringan yang terhubung.
Wacana tentang pelayanan ( services ) secara online sangat marak akhir – akhir ini. Bidang perbankan , pendidikan, transportasi ( travel ) adalah tiga dari sekian banyak yang menggunakan teknologi online tersebut.Perbankan menggunakan teknlogi online dengan istilah e – banking ,pendidikan dengan e – learning ,dan transportasi untuk sistim online ticketing
Memasuki usia ke 5 (lima tahun) semenjak didirikan, Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer ( STMIK ) belum menggunakan sistem online yang dapat membantu para mahasiwa, hal ini disebabkan belum dilakukannya penelitian secara mendalam mengenai sistim online. STMIK selama ini menggunakan sistem Kartu Rencana Studi (KRS) secara manual. Pengisian KRS secara manual pada saat awal pergantian semester seringkali membuat mahasiswa / mahasiswi menunggu. Ada baiknya sebagai Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer menerapkan sebuah Sistim Informasi yang dapat membantu mahasiswa / mahasiswi sehingga layanan pengisian KRS tidak membuang waktu yang cukup banyak Layanan yang fleksibel, cepat, dan akurat dalam pengisian KRS dirasakan perlu sebagai salah satu pemikat STMIK untuk meningkatkan keunggulan bersaing
Mahasiswa membutuhkan kenyamanan saat pengisian, ketepatan infomasi yang diberikan, dan fleksibilitas yang tidak dibatasi perbedaan ruang dan waktu, serta kepuasan informasi yang disajikan.. Mengingat pentingnya menjaga kinerja dalam pengisian KRS yang telah dimiliki saat ini dan keinginan untuk meningkatkan kinerja dengan menerapkan suatu sistim online. Maka penelitian lebih lanjut tentang sistim pengisian IRS online ini merupakan suatu langkah yang bijaksana untuk meningkatkan kinerja tersebut.
Ada berbagai keuntungan dalam menggunakan sistem online dalam pengembangan sebuah aplikasi pengisian KRS ini. Aplikasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang berdiri sendiri serta menyediakan fungsionalitas tertentu.seperti :
1. Input untuk nilai akademik .
2. Input untuk pengsian KRS
3. Input untuk data pembayaran
4. Input untuk nilai absensi
5. Lihat nilai akdemik
6. Dan data yang penting seperti :data mahasiswa, data dosen,dll
Dengan membangun sebuah komponen sebagai sebuah web service. Maka fungsionalitas yang terdapat pada komponen itu dapat diakses oleh komponen lain ( yang bertindak sebagai client ).
Ada pula resiko yang dihadapi dari sistim IRS online ini
1. Adanya pihak yang tak bertanggung jawab terutama pihak kompetitor dapat merusak sistim informasi yang disajikan Contoh orang – orang yang tidak bertanggung jawab yang merusak tampilan untuk user /user interface pada sistim informasi pemugutan suara pada pemilu 2004
2. Kerusakan jaringan internet sehingga sistem KRS online ini tidak dapat bekerja
Alasan pemilihan studi kasus ini adalah dengan harapan dapat meningkatkan kinerja saat pengisian KRS dan terlebih untuk meningkatkan keunggulan bersaing STMIK JIBES pada saat tahun ajaran baru dimulai Walau begitu tidak tertutup kemungkinan bahwa sistem pengisian IRS ini mengalami kekurangan.
B Tujuan Penelitian
Tujuan peneltian ini adalah
1. Menganalisa cara kerja sistem pengisian KRS dan kinerjanya yang digunakan saat ini .
2. Melakukan studi kelayakan pada objek penelitian
3. Merancang dan membuat aplikasi untuk sistim KRS online
4. Menguji kelebihan sistem pengisian KRS online ini dibandingkan dengan sistem pengisian KRS secara konvensional
C Batasan Penelitian
Batasan Masalah dalam pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian akan dilakukan pada STMIK JIBES
2. Aplikasi yang dirancang dan dibuat sebagai prototipe Sistem Regisrasi Semester Online STMIK JIBES
3. Pembuatan prototipe sebuah Sistem Registrasi Semester Online ini menggunakan bahasa pemrogaman PHP5, MYSQL sebagai databasenya, dan Apache sebagai web servernya.
4. Client side presentation menggunakan bahasa HTML ( Hyper Text Markup Language) dan JavaScript
5. Fungsionalitas dasar yang akan terdapat pada sistem adalah melihat nilai Indeks Prestasi Semester ( IPS) dan pengisian KRS disesuaikan dengan sks maksimal yang telah ditentukan
6. Fungsionalitas akan dibagi menjadi proses yang dijalankan di server dan proses yang dijalankan di client, dimana proses server akan tersedia dalam bentuk web service.
7. Aplikasi yang telah selesai dibuat, tidak langsung di – hosting ( disebarkan melalui jaringan internet )
8. Aplikasi program tidak membahas tentang sistim utang mahasiswa.
9. Aplikasi yang dibuat tidak membahas tentang keamanan secara khusus dalam jaringan
D Sistematika Penulisan
Sistematika yag disusun dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebgai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini dibahas tentang latar belakang masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, sistematika penulisan tugas akhir dan metodologi penelitian
BAB II: LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan dibahas secara detail teori – teori dan teknologi yang akan digunakan untuk membangun sistem . Dari teknologi web , konsep database ,studi kelayakan ,dan rekyasa perangkat lunak
BAB III : ANALISA DAN PERANCANGAN
Pada bab ini akan dibahas tentang analisa dan perancangan sistim. Perancangan tersebut meliputi desain database, Data Flow Diagram ( DFD ) ,dan analisa perancangan layar
BAB IV : IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil implementasi dan pengujian sistem yang diusulkan
BAB V : KESIMPULAN
Pada bab ini akan ditarik sebuah kesimpulan secara umum dari apa yang sudah dikerjakan dalam penyusunan tugas akhir ini.
E Metodologi Penelitian
Adapun metodologi yang digunakan dalam penulisan skripsi ini meliputi dua bagian pokok,
. Karena itu , langkah – langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini adalah:
1. Studi literatur mengenai web service serta teknologi yang terkait dengannya. Literatur yang akan dipelajari meliputi buku – buku referensi dan situs web yang membahas topik ini.
2 Analisa dan perancangan kebutuhan sistem
[ Read More ]
PENDAHULUAN
A Latar Belakang Penelitian
Sistem informasi merupakan komponen yang penting dalam sebuah organisasi karena dengan sistim informasi suatu organisasi dapat mengelola manajemen dengan baik. Sistim Informasi erat kaitannya dengan kegiatan pertukaran data, dan pemrosesan data. Pertukaran data melalui sebuah jaringan dapat membantu dalam banyak hal seperti akses yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, penghematan biaya dan tenaga. Pertukaran data ini dapat terjadi apabila dua komputer atau lebih berada dalam jaringan yang terhubung.
Wacana tentang pelayanan ( services ) secara online sangat marak akhir – akhir ini. Bidang perbankan , pendidikan, transportasi ( travel ) adalah tiga dari sekian banyak yang menggunakan teknologi online tersebut.Perbankan menggunakan teknlogi online dengan istilah e – banking ,pendidikan dengan e – learning ,dan transportasi untuk sistim online ticketing
Memasuki usia ke 5 (lima tahun) semenjak didirikan, Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer ( STMIK ) belum menggunakan sistem online yang dapat membantu para mahasiwa, hal ini disebabkan belum dilakukannya penelitian secara mendalam mengenai sistim online. STMIK selama ini menggunakan sistem Kartu Rencana Studi (KRS) secara manual. Pengisian KRS secara manual pada saat awal pergantian semester seringkali membuat mahasiswa / mahasiswi menunggu. Ada baiknya sebagai Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer menerapkan sebuah Sistim Informasi yang dapat membantu mahasiswa / mahasiswi sehingga layanan pengisian KRS tidak membuang waktu yang cukup banyak Layanan yang fleksibel, cepat, dan akurat dalam pengisian KRS dirasakan perlu sebagai salah satu pemikat STMIK untuk meningkatkan keunggulan bersaing
Mahasiswa membutuhkan kenyamanan saat pengisian, ketepatan infomasi yang diberikan, dan fleksibilitas yang tidak dibatasi perbedaan ruang dan waktu, serta kepuasan informasi yang disajikan.. Mengingat pentingnya menjaga kinerja dalam pengisian KRS yang telah dimiliki saat ini dan keinginan untuk meningkatkan kinerja dengan menerapkan suatu sistim online. Maka penelitian lebih lanjut tentang sistim pengisian IRS online ini merupakan suatu langkah yang bijaksana untuk meningkatkan kinerja tersebut.
Ada berbagai keuntungan dalam menggunakan sistem online dalam pengembangan sebuah aplikasi pengisian KRS ini. Aplikasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang berdiri sendiri serta menyediakan fungsionalitas tertentu.seperti :
1. Input untuk nilai akademik .
2. Input untuk pengsian KRS
3. Input untuk data pembayaran
4. Input untuk nilai absensi
5. Lihat nilai akdemik
6. Dan data yang penting seperti :data mahasiswa, data dosen,dll
Dengan membangun sebuah komponen sebagai sebuah web service. Maka fungsionalitas yang terdapat pada komponen itu dapat diakses oleh komponen lain ( yang bertindak sebagai client ).
Ada pula resiko yang dihadapi dari sistim IRS online ini
1. Adanya pihak yang tak bertanggung jawab terutama pihak kompetitor dapat merusak sistim informasi yang disajikan Contoh orang – orang yang tidak bertanggung jawab yang merusak tampilan untuk user /user interface pada sistim informasi pemugutan suara pada pemilu 2004
2. Kerusakan jaringan internet sehingga sistem KRS online ini tidak dapat bekerja
Alasan pemilihan studi kasus ini adalah dengan harapan dapat meningkatkan kinerja saat pengisian KRS dan terlebih untuk meningkatkan keunggulan bersaing STMIK JIBES pada saat tahun ajaran baru dimulai Walau begitu tidak tertutup kemungkinan bahwa sistem pengisian IRS ini mengalami kekurangan.
B Tujuan Penelitian
Tujuan peneltian ini adalah
1. Menganalisa cara kerja sistem pengisian KRS dan kinerjanya yang digunakan saat ini .
2. Melakukan studi kelayakan pada objek penelitian
3. Merancang dan membuat aplikasi untuk sistim KRS online
4. Menguji kelebihan sistem pengisian KRS online ini dibandingkan dengan sistem pengisian KRS secara konvensional
C Batasan Penelitian
Batasan Masalah dalam pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian akan dilakukan pada STMIK JIBES
2. Aplikasi yang dirancang dan dibuat sebagai prototipe Sistem Regisrasi Semester Online STMIK JIBES
3. Pembuatan prototipe sebuah Sistem Registrasi Semester Online ini menggunakan bahasa pemrogaman PHP5, MYSQL sebagai databasenya, dan Apache sebagai web servernya.
4. Client side presentation menggunakan bahasa HTML ( Hyper Text Markup Language) dan JavaScript
5. Fungsionalitas dasar yang akan terdapat pada sistem adalah melihat nilai Indeks Prestasi Semester ( IPS) dan pengisian KRS disesuaikan dengan sks maksimal yang telah ditentukan
6. Fungsionalitas akan dibagi menjadi proses yang dijalankan di server dan proses yang dijalankan di client, dimana proses server akan tersedia dalam bentuk web service.
7. Aplikasi yang telah selesai dibuat, tidak langsung di – hosting ( disebarkan melalui jaringan internet )
8. Aplikasi program tidak membahas tentang sistim utang mahasiswa.
9. Aplikasi yang dibuat tidak membahas tentang keamanan secara khusus dalam jaringan
D Sistematika Penulisan
Sistematika yag disusun dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebgai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini dibahas tentang latar belakang masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, sistematika penulisan tugas akhir dan metodologi penelitian
BAB II: LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan dibahas secara detail teori – teori dan teknologi yang akan digunakan untuk membangun sistem . Dari teknologi web , konsep database ,studi kelayakan ,dan rekyasa perangkat lunak
BAB III : ANALISA DAN PERANCANGAN
Pada bab ini akan dibahas tentang analisa dan perancangan sistim. Perancangan tersebut meliputi desain database, Data Flow Diagram ( DFD ) ,dan analisa perancangan layar
BAB IV : IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil implementasi dan pengujian sistem yang diusulkan
BAB V : KESIMPULAN
Pada bab ini akan ditarik sebuah kesimpulan secara umum dari apa yang sudah dikerjakan dalam penyusunan tugas akhir ini.
E Metodologi Penelitian
Adapun metodologi yang digunakan dalam penulisan skripsi ini meliputi dua bagian pokok,
. Karena itu , langkah – langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini adalah:
1. Studi literatur mengenai web service serta teknologi yang terkait dengannya. Literatur yang akan dipelajari meliputi buku – buku referensi dan situs web yang membahas topik ini.
2 Analisa dan perancangan kebutuhan sistem
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Tidak dapat disangkal lagi, bahwa bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi (Sumarsono, 2004: 18). Bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakan seseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Dengan bahasa manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Andaikata tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapat melakukan hal tersebut di atas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kita mengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kita selalu membutuhkan bahasa.
Kebanyakan orang belajar lebih dari satu bahasa. Seseorang mungkin dapat mengetahui atau belajar dua bahasa atau lebih dari permulaan hidupnya. Yang lebih terbiasa ialah bahwa dia belajar bahasa kedua atau bahasa asing sesudah sistem bahasa pertamanya mantap.
Tidak dapat di sangkal, bahwa seseorang yang mempelajari suatu bahasa asing akan mendapati kesulitan-kesulitan, yang mana kesulitan-kesulitan ini dapat diperkecil apabila dia memiliki faktor-faktor pendorong yang sangat kuat atau dengan kata lain dia memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa tersebut.
Oleh karena kajian bahasa tidak cukup dengan mengenali ciri-ciri konstruksi bahasa, tetapi ia harus lengkap dengan mengenali fungsi dalam kerangka masyarakat (Hamdani, 2004: 7). Maka seseorang yang ingin mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing di tuntut untuk memiliki keterampilan-keterampilan berbahasa, yang mana keterampilan ini dapat dia kembangkan dan kuasai sesuai dengan motivasinya dalam mempelajari bahasa keduanya.
Rajiman membagi keempat keterampilan tersebut di atas kepada keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis (Tarigan 1986 :1). Keempat aspek tersebut sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Bahasa asing dapat dengan mudah dipelajari bila dibandingkan dengan mempelajari bahasa dari suatu daerah. Dengan maksud, para pembelajar dapat mempergunakan empat keterampilan berbahasa dilingkungan penuturnya. Oleh karena itu, empat keterampilan berbahasa ini dapat dipelajari dan dipergunakan.
Menyimak dalam proses berbahasa merupakan keterampilan pemula yang harus dimiliki oleh seseorang yang sedang mempelajari suatu bahasa. Keterampilan ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa. Hal ini dipertegas oleh Dawson sebagaimana yang di kutip oleh Tarigan bahwa melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berfikir”. (Tarigan, 1986:1)
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang lambat laun mulai dipelajari oleh para pembelajar di dunia. Di Indonesia pun bahasa ini mulai dipelajari, terlebih lagi bahwa mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yang mana mereka memiliki kitab Al-Qur’an yang diturunkan dengan bahasa Arab.
Salah satu perbedaan bahasa Arab dengan bahasa lainnya yaitu bahwa bahasa ini memiliki banyak kata-kata ambigu, dan tidak jarang satu kata mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Tapi, dalam saat yang sama seseorang dapat menemukan kata yang tidak mengandung kecuali satu makna yang pasti saja. (Shihab, 2001: 98)
Bagi pembelajar Indonesia, menyimak bukanlah suatu hal yang dapat di anggap mudah. Hal ini dikarenakan dalam setiap harinya kesempatan untuk menyimak bahasa Arab sangatlah sedikit. Dan bagi pembelajar bahasa Arab, masalah yang dihadapi pada saat mempelajari Istima’ biasanya adalah suara, kosakata, struktur kalimat dan sebagainya.
Selain kesulitan dalam hal berbahasa, banyak kesulitan lain yang muncul dalam mempelajari Istima’. Kesulitan ini dapat berupa permasalahan yang berasal dari diri pribadinya (instrinsik) dan dari lingkungan (ekstrinsik), kesulitan lainnya pun dapat disebabkan dari hal-hal yang menghambat pada Proses Belajar Mengajar (PBM), seperti kurangnya fasilitas pendukung kelancaran PBM, terlampau banyaknya jumlah mahasiswa dalam satu kelas, kurangnya motivasi, ketidakhadiran dosen dan sebagainya.
Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis ingin mengadakan penelitian seputar kesulitan mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini berangkat dari pengalaman penulis yang kerap kali mendapatkan kesulitan dalam mempelajari bahasa Arab dalam mata kuliah Istima’. Dengan alasan inilah, maka peneliti memberi judul penelitian: Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pada Mata Kuliah Istima’ I (Studi Analisis Deskriptif Terhadap Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ______________________).
B. RUMUSAN MASALAH
Penulis membatasi permasalahan dalam penelitian ini yang hanya akan membahas mengenai hal-hal yang menjadi permasalahan bagi mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab _____ yang meliputi:
a. Faktor-faktor instrinsik yang mencakup motivasi, minat, dan psikologis mahasiswa dalam belajar bahasa Arab.
b. Faktor-faktor ekstrinsik yang mencakup lingkungan disekitar kampus dengan berbagai proses belajar mengajar di kelas.
Penelitian ini hanya dilakukan kepada mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ________________________ yang telah mengikuti perkuliahan Istima’ I.
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini penulis operasionalkan kedalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _____________________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor instrinsik pembelajar ?
2. Apakah permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ______________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor ekstrinsik pembelajar ?
C. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dari penelitian ini adalah untuk mengungkap kesulitan-kesulitan yang di dapat oleh para pembelajar bahasa Arab dalam mempelajari Istima’I, untuk kemudian memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
1.1. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor instrinsik pembelajar.
1.2. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _____________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor ekstrinsik pembelajar.
2. Kegunaan Penelitian
Banyak kegunaan yang diharapkan penulis dapat lahir dari penelitian ini, diantaranya adalah penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang nyata bagi perkembangan pembelajaran bahasa Arab pada _____________________________ juga dapat memberikan informasi tentang kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dalam mata kuliah Istima’ I, sehingga semua pihak yang terkait merasa perlu untuk mencari faktor penyebab dan juga solusi yang signifikan dalam mengatasi kesulitan tersebut. Adapun kegunaan lain yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
2.1. Untuk pengajar:
Penelitian ini dapat dijadikan bahan pemikiran dan pertimbangan oleh pengajar untuk lebih meningkatkan metode pembelajaran, khususnya pada mata kuliah Istima’ I untuk lebih meningkatkan kualitas hasil yang di dapat dari mata kuliah ini.
2.2. Untuk mahasiswa:
Penelitian ini dapat mereka gunakan sebagai motivasi untuk lebih giat lagi dalam mempelajari bahasa Arab, sehingga mereka mampu memperkecil kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi.
2.3. Untuk penulis:
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan penulis dalam menyikapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Istima’ I, sehingga penulis dapat memberikan solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut.
D. DEFINISI OPERASIONAL
Agar tidak terdapat kesalahan dalam menafsirkan judul penelitian, maka berikut ini penulis akan menjelaskan definisi operasional yang terdapat pada judul penelitian:
1. Analisis,
adalah penyelidikan suatu peristiwa (karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui apa sebabnya, bagaimana duduk perkaranya dan sebagainya (Poerwadarminta, 1984: 40). Adapun analisis dalam penelitian ini adalah menganalisis kesulitan-kesulitan yang di dapat oleh para mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 __________________________ dalam mempelajari mata kuliah Istima’I.
2. Belajar dan Kesulitan Belajar,
Suatu proses perubahan tingkah laku seseorang (dalam arti luas) yang ditimbulkan/diubah melalui praktek dan latihan (Garry & Kingsley, 1970: 15). Kesulitan belajar adalah masalah yang dihadapi oleh siswa pada saat proses belajar mengajar sehingga tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu (Muhibbin Syah, 2001: 172). Yang dimaksud dengan kesulitan belajar dalam penelitian ini adalah kesulitan mahasiswa dalam mempelajari bahasa Arab pada mata kuliah Istima’ I
E. ASUMSI
Asumsi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Kesulitan yang di dapati mahasiswa yang berasal dari faktor-faktor instrinsik yang mencakup motivasi, minat, dan psikologis mahasiswa dalam belajar bahasa Arab.
2. Kesulitan yang di dapati mahasiswa yang berasal dari faktor-faktor ekstrinsik yang mencakup lingkungan disekitar kampus dengan berbagai proses belajar mengajar di kelas.
F. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan yang penulis susun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I: PENDAHULUAN, terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, definisi operasional, asumsi, dan sistematika penulisan.
BAB II: ANALISIS TEORITIS MENGENAI BELAJAR DAN MENYIMAK (ISTIMA’), terdiri dari pembahasan mengenai pengertian belajar, tujuan belajar, kesulitan belajar, kesulitan belajar bahasa Arab, pengertian menyimak, mata kuliah Istima’ dan pengertiannya, tujuan mata kuliah Istima’.
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN, terdiri dari metode penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
[ Read More ]
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Tidak dapat disangkal lagi, bahwa bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi (Sumarsono, 2004: 18). Bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakan seseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Dengan bahasa manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Andaikata tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapat melakukan hal tersebut di atas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kita mengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kita selalu membutuhkan bahasa.
Kebanyakan orang belajar lebih dari satu bahasa. Seseorang mungkin dapat mengetahui atau belajar dua bahasa atau lebih dari permulaan hidupnya. Yang lebih terbiasa ialah bahwa dia belajar bahasa kedua atau bahasa asing sesudah sistem bahasa pertamanya mantap.
Tidak dapat di sangkal, bahwa seseorang yang mempelajari suatu bahasa asing akan mendapati kesulitan-kesulitan, yang mana kesulitan-kesulitan ini dapat diperkecil apabila dia memiliki faktor-faktor pendorong yang sangat kuat atau dengan kata lain dia memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa tersebut.
Oleh karena kajian bahasa tidak cukup dengan mengenali ciri-ciri konstruksi bahasa, tetapi ia harus lengkap dengan mengenali fungsi dalam kerangka masyarakat (Hamdani, 2004: 7). Maka seseorang yang ingin mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing di tuntut untuk memiliki keterampilan-keterampilan berbahasa, yang mana keterampilan ini dapat dia kembangkan dan kuasai sesuai dengan motivasinya dalam mempelajari bahasa keduanya.
Rajiman membagi keempat keterampilan tersebut di atas kepada keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis (Tarigan 1986 :1). Keempat aspek tersebut sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Bahasa asing dapat dengan mudah dipelajari bila dibandingkan dengan mempelajari bahasa dari suatu daerah. Dengan maksud, para pembelajar dapat mempergunakan empat keterampilan berbahasa dilingkungan penuturnya. Oleh karena itu, empat keterampilan berbahasa ini dapat dipelajari dan dipergunakan.
Menyimak dalam proses berbahasa merupakan keterampilan pemula yang harus dimiliki oleh seseorang yang sedang mempelajari suatu bahasa. Keterampilan ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa. Hal ini dipertegas oleh Dawson sebagaimana yang di kutip oleh Tarigan bahwa melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berfikir”. (Tarigan, 1986:1)
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang lambat laun mulai dipelajari oleh para pembelajar di dunia. Di Indonesia pun bahasa ini mulai dipelajari, terlebih lagi bahwa mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yang mana mereka memiliki kitab Al-Qur’an yang diturunkan dengan bahasa Arab.
Salah satu perbedaan bahasa Arab dengan bahasa lainnya yaitu bahwa bahasa ini memiliki banyak kata-kata ambigu, dan tidak jarang satu kata mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Tapi, dalam saat yang sama seseorang dapat menemukan kata yang tidak mengandung kecuali satu makna yang pasti saja. (Shihab, 2001: 98)
Bagi pembelajar Indonesia, menyimak bukanlah suatu hal yang dapat di anggap mudah. Hal ini dikarenakan dalam setiap harinya kesempatan untuk menyimak bahasa Arab sangatlah sedikit. Dan bagi pembelajar bahasa Arab, masalah yang dihadapi pada saat mempelajari Istima’ biasanya adalah suara, kosakata, struktur kalimat dan sebagainya.
Selain kesulitan dalam hal berbahasa, banyak kesulitan lain yang muncul dalam mempelajari Istima’. Kesulitan ini dapat berupa permasalahan yang berasal dari diri pribadinya (instrinsik) dan dari lingkungan (ekstrinsik), kesulitan lainnya pun dapat disebabkan dari hal-hal yang menghambat pada Proses Belajar Mengajar (PBM), seperti kurangnya fasilitas pendukung kelancaran PBM, terlampau banyaknya jumlah mahasiswa dalam satu kelas, kurangnya motivasi, ketidakhadiran dosen dan sebagainya.
Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis ingin mengadakan penelitian seputar kesulitan mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini berangkat dari pengalaman penulis yang kerap kali mendapatkan kesulitan dalam mempelajari bahasa Arab dalam mata kuliah Istima’. Dengan alasan inilah, maka peneliti memberi judul penelitian: Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pada Mata Kuliah Istima’ I (Studi Analisis Deskriptif Terhadap Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ______________________).
B. RUMUSAN MASALAH
Penulis membatasi permasalahan dalam penelitian ini yang hanya akan membahas mengenai hal-hal yang menjadi permasalahan bagi mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab _____ yang meliputi:
a. Faktor-faktor instrinsik yang mencakup motivasi, minat, dan psikologis mahasiswa dalam belajar bahasa Arab.
b. Faktor-faktor ekstrinsik yang mencakup lingkungan disekitar kampus dengan berbagai proses belajar mengajar di kelas.
Penelitian ini hanya dilakukan kepada mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ________________________ yang telah mengikuti perkuliahan Istima’ I.
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini penulis operasionalkan kedalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _____________________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor instrinsik pembelajar ?
2. Apakah permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ______________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor ekstrinsik pembelajar ?
C. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dari penelitian ini adalah untuk mengungkap kesulitan-kesulitan yang di dapat oleh para pembelajar bahasa Arab dalam mempelajari Istima’I, untuk kemudian memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
1.1. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor instrinsik pembelajar.
1.2. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _____________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor ekstrinsik pembelajar.
2. Kegunaan Penelitian
Banyak kegunaan yang diharapkan penulis dapat lahir dari penelitian ini, diantaranya adalah penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang nyata bagi perkembangan pembelajaran bahasa Arab pada _____________________________ juga dapat memberikan informasi tentang kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dalam mata kuliah Istima’ I, sehingga semua pihak yang terkait merasa perlu untuk mencari faktor penyebab dan juga solusi yang signifikan dalam mengatasi kesulitan tersebut. Adapun kegunaan lain yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
2.1. Untuk pengajar:
Penelitian ini dapat dijadikan bahan pemikiran dan pertimbangan oleh pengajar untuk lebih meningkatkan metode pembelajaran, khususnya pada mata kuliah Istima’ I untuk lebih meningkatkan kualitas hasil yang di dapat dari mata kuliah ini.
2.2. Untuk mahasiswa:
Penelitian ini dapat mereka gunakan sebagai motivasi untuk lebih giat lagi dalam mempelajari bahasa Arab, sehingga mereka mampu memperkecil kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi.
2.3. Untuk penulis:
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan penulis dalam menyikapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Istima’ I, sehingga penulis dapat memberikan solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut.
D. DEFINISI OPERASIONAL
Agar tidak terdapat kesalahan dalam menafsirkan judul penelitian, maka berikut ini penulis akan menjelaskan definisi operasional yang terdapat pada judul penelitian:
1. Analisis,
adalah penyelidikan suatu peristiwa (karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui apa sebabnya, bagaimana duduk perkaranya dan sebagainya (Poerwadarminta, 1984: 40). Adapun analisis dalam penelitian ini adalah menganalisis kesulitan-kesulitan yang di dapat oleh para mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 __________________________ dalam mempelajari mata kuliah Istima’I.
2. Belajar dan Kesulitan Belajar,
Suatu proses perubahan tingkah laku seseorang (dalam arti luas) yang ditimbulkan/diubah melalui praktek dan latihan (Garry & Kingsley, 1970: 15). Kesulitan belajar adalah masalah yang dihadapi oleh siswa pada saat proses belajar mengajar sehingga tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu (Muhibbin Syah, 2001: 172). Yang dimaksud dengan kesulitan belajar dalam penelitian ini adalah kesulitan mahasiswa dalam mempelajari bahasa Arab pada mata kuliah Istima’ I
E. ASUMSI
Asumsi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Kesulitan yang di dapati mahasiswa yang berasal dari faktor-faktor instrinsik yang mencakup motivasi, minat, dan psikologis mahasiswa dalam belajar bahasa Arab.
2. Kesulitan yang di dapati mahasiswa yang berasal dari faktor-faktor ekstrinsik yang mencakup lingkungan disekitar kampus dengan berbagai proses belajar mengajar di kelas.
F. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan yang penulis susun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I: PENDAHULUAN, terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, definisi operasional, asumsi, dan sistematika penulisan.
BAB II: ANALISIS TEORITIS MENGENAI BELAJAR DAN MENYIMAK (ISTIMA’), terdiri dari pembahasan mengenai pengertian belajar, tujuan belajar, kesulitan belajar, kesulitan belajar bahasa Arab, pengertian menyimak, mata kuliah Istima’ dan pengertiannya, tujuan mata kuliah Istima’.
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN, terdiri dari metode penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan amanah dari Allah Swt, seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah tanpa noda dan dosa, laksana sehelai kain putih yang belum mempunyai motif dan warna. Oleh karena itu, orang tualah yang akan memberikan warna terhadap kain putih tersebut; hitam, biru hijau bahkan bercampur banyak warna.
Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya cerdas, berwawasan luas dan bertingkah laku baik, berkata sopan dan kelak suatu hari anak-anak mereka bernasib lebih baik dari mereka baik dari aspek kedewasaan pikiran maupun kondisi ekonomi. Oleh karena itu, di setiap benak para orang tua bercita-cita menyekolahkan anak-anak mereka supaya berpikir lebih baik, bertingkah laku sesuai dengan agama serta yang paling utama sekolah dapat mengantarkan anak-anak mereka ke pintu gerbang kesuksesan sesuai dengan profesinya.
Setelah keluarga, lingkungan kedua bagi anak adalah sekolah. Di sekolah, guru merupakan penanggung jawab pertama terhadap pendidikan anak sekaligus sebagai suri teladan. Sikap maupun tingkah laku guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan pribadi anak.
Pada perspektif lain, kondisi ekonomi masyarakat tentu saja berbeda, tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang memadai dan mampu memenuhi segala kebutuhan anggota keluarga. Salah satu pengaruh yang ditimbulkan oleh kondisi ekonomi seperti ini adalah orang tua tidak sanggup menyekolahkan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi walaupun mereka mampu membiayainya di tingkat sekolah dasar. Jelas bahwa kondisi ekonomi keluarga merupakan faktor pendukung yang paling besar kelanjutan pendidikan anak-anak., sebab pendidikan juga membutuhkan dana besar.
Hampir di setiap tempat banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan, atau pendidikan putus di tengah jalan disebabkan karena kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan. Kondisi ekonomi seperti ini menjadi penghambat bagi seseorang untuk memenuhi keinginannya dalam melanjutkan pendidikan. Sementara kondisi ekonomi seperti ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya orang tua tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak mempunyai keterampilan khusus, keterbatasan kemampuan dan faktor lainnya.
Putus sekolah bukan merupakan persoalan baru dalam sejarah pendidikan. Persoalan ini telah berakar dan sulit untuk di pecahkan, sebab ketika membicarakan solusi maka tidak ada pilihan lain kecuali memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Ketika membicarakan peningkatan ekonomi keluarga terkait bagaimana meningkatkan sumber daya manusianya. Sementara semua solusi yang diinginkan tidak akan lepas dari kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh, sehingga kebijakan pemerintah berperan penting dalam mengatasi segala permasalahan termasuk perbaikan kondisi masyarakat.
Menurut pengamatan sementara, sebagian anak-anak di Kecamatan Jangka mengalami putus sekolah terutama anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di tingkat atas. Maka hal yang menjadi rumusan masalah di sini adalah sebagai berikut:
1. Berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
3. Bagaimana sikap orang tua terhadap pendidikan anaknya?
4. Bagaimana cara pembinaan orang tua terhadap anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
5. Bagaimanakah cara masyarakat menanggulangi anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut di atas maka timbullah keinginan penulis untuk mengangkat permasalahan ini dalam sebuah karangan ilmiah (skripsi)dengan menetapkan sebagai judul adalah: “Anak Putus Sekolah dan Cara pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”.
B. Penjelasan Istilah
Untuk menghindari kekeliruan dan lebih mengarahkan pembaca dalam memahami judul skripsi ini penulis merasa perlu untuk menjelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul tersebut. Adapun istilah- istilah yang perlu di jelaskan adalah sebagai berikut:
1. Anak
Artinya orang atau binatang yang baru di teteskan. Anak adalah turunan kedua sesudah orang yang dilahirkan. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa anak adalah manusia yang hidup setelah orang yang melahirkannya, anak itu merupakan rahmat Allah kepada manusia yang akan meneruskan cita-cita orang tuanya dan sebagai estafet untuk masa yang akan datang.
Adapun anak yang penulis maksudkan dalam skripsi ini adalah anak sebagai keturunan kedua dari sepasang suami istri yang terikat dengan tali pernikahan yang sah yang tidak terlepas dari didikan orang tua baik didikan agama maupun pendidikan umum sehingga anak bisa bersaing dan tercapai cita-citanya.
2. Anak Putus Sekolah
Putus sekolah (dalam bahasa Inggris dikenal dengan Putus sekolah) adalah proses berhentinya siswa secara terpaksa dari suatu lembaga pendidikan tempat dia belajar. Anak Putus sekolah yang dimaksud dalam penulisan skripsi ini adalah terlantarnya anak dari sebuah lembaga pendidikan formal, yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi ekonomi keluarga yang tidak memadai.
3. Cara Pembinaannya
Cara: 1). Aturan sistem. 2). Gaya, laku, ragam. 3). Adat, resam, kebiasaan. Pembinaan merupakan suatu proses kegiatan yang di lakukan secara berdaya guna memperoleh hasil yang baik.
Adapun pembinaan yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah suatu usaha untuk pembinaan kepribadian yang mandiri dan sempurna serta dapat bertanggungjawab, atau suatu usaha, pengaruh, perlindungan dalam bantuan yang di berikan kepada anak yang tertuju kepada kedewasaan anak itu, atau lebih cepat untuk membantu anak agar cakap dalam melaksanakan tugas hidup sendiri, pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku pintar hidup sehari-hari, bimbingan dan nasehat yang memotivasinya agar giat belajar), serta di tujukan kepada orang yang belum dewasa.
Menurut Yurudik Yahya, pembinaan adalah “suatu bimbingan atau arahan yang dilakukan secara sadar dari orang dewasa kepada anak yang perlu dewasa agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang kepribadian yang dimaksud mencapai aspek cipta, rasa dan karsa.
Istilah pembinaan atau berarti “ pendidikan” yang merupakan pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa. Selanjutnya pembinaan atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat kehidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
Dari penjelasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa pembinaan merupakan suatu proses yang di lakukan untuk merubah tingkah laku individu serta membentuk kepribadiannya, sehingga apa yang di cita-citakan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak penulis capai dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka.
2. Faktor-faktor apa yang menyebabkan anak putus sekolah.
3. Bagaimana sikap orang tua terhadap anak putus sekolah?
4. Bagaimana usaha masyarakat dalam menanggulangi anak putus sekolah di Kecamatan Jangka.
D. Postulat dan Hipotesis
Bertitik tolak pada latar belakang masalah di atas, maka penulis perlu mengemukakan beberapa postulat yang kedudukannya sebagai dasar pemikiran dalam suatu wilayah. Winarno Surachman mengemukakan bahwa: “ Anggapan dasar (postulat) yang menjadi tumpuan dasar segala pandangan dan kegiatan terhadap masalah yang dihadapi dalam suatu penelitian. Postulat ini menjadi titik pangkal, di mana dengan adanya postulat ini tidak lagi menjadi keragu-raguan penyelidik”.
Adapun postulat (anggapan dasar) dalam masalah ini adalah sebagai berikut:
1. Anak-anak wajib memperoleh pendidikan, terutama pada usia 9 (sembilan) sampai 15 (lima belas) tahun, karena sesuai dengan peraturan pemerintah.
2. Tanggung jawab pendidikan anak berada pada tangan orang tua, guru dan masyarakat.
Berdasarkan anggapan dasar di atas, maka yang menjadi hipotesis (dugaan sementara) adalah sebagai berikut:
1. Kebanyakan anak putus sekolah di Kecamatan Jangka disebabkan oleh kurangnya biaya dan kesadaran orang tua dalam menyekolahkan anaknya.
2. Anak putus sekolah di Kecamatan Jangka berdampak negatif dalam masyarakat.
3. Cara pembinaan terhadap anak putus sekolah di Kecamatan Jangka belum optimal.
E. Populasi dan Sampel
Populasi adalah “Keseluruhan objek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat mewakili keseluruhan populasi yang ada”.
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Jangka yang berjumlah 44 desa dengan jumlah penduduknya 24.208 jiwa, yang terdiri dari 5 (lima) kemukiman dan tingkat putus sekolahnya diambil mulai dari Sekolah Dasar dan Menegah. Berdasarkan populasi di atas maka yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah 3 desa yang terdapat dalam Kecamatan Jangka yang mempunyai anak putus sekolah. Sampel yang penulis ambil di sini adalah masing-masing 2 orang dari 3 desa yaitu kepalah desa dan Tgk. Imum Meunasah. Sampel ini dianggap dapat mewakili seluruh populasi dan dapat memberikan data yang penulis perlukan. Tiga desa tersebut menurut pengamatan penulis adalah desa yang banyak terdapat anak putus sekolah, yaitu:
1. Bugak Punjot, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)
2. Bugak Mesjid, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)
3. Bugak Meunasah dua, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)
F. Metodelogi Penelitian
Setiap penelitian memerlukan metode dan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang dihadapi. Metode penelitian yang dapat dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu “suatu metode yang ingin mengungkapkan, mengembangkan dan menafsirkan data, peristiwa, kejadian-kejadian dan gejala-gejala fenomena-fenomena yang terjadi pada saat sekarang”.
Metodologi penelitian ini sangat tepat digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang objektif. Dalam pelaksanaannya penulis menggunakan dua jenis penelitian, adalah sebagai berikut:
1. Library Research (studi kepustakaan), digunakan untuk melihat dan mempelajari buku-buku, literatur-literatur dan bahan referensi lainnya sebagai sumber untuk menguraikan landasan teoritis dari skripsi ini.
2. Field Research (studi lapangan), digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data dari lapangan. Yang dalam pelaksanaannya digunakan3 (tiga) instrumen penelitian, yaitu:
a. Observasi
Yaitu cara yang ditempuh untuk mengamati kondisi lapangan penelitian, yaitu pengamatan langsung maupun tidak langsung yang ditemui di daerah penelitian.
b. Wawancara
Wawancara yaitu cara yang ditempuh untuk mewawancarai para informan demi memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini. Wawancara ditujukan dengan jalan mengajukan pertanyaan langsung kepada tokoh pimpinan dengan pertanyaan yang telah di persiapkan.
c. Angket
Angket merupakan beberapa pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan masalah penelitian yang telah di persiapkan kepada masing-masing responden, yaitu masyarakat tiap desa yaitu 3 desa yang terdapat dalam Kecamatan Jangka yang mempunyai anak putus sekolah untuk memberikan jawabannya.
Adapun teknik penulisan skripsi ini penulis berpedoman pada buku “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh Tahun 2004”. Dan buku-buku lain yang dianggap penting.
[ Read More ]
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan amanah dari Allah Swt, seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah tanpa noda dan dosa, laksana sehelai kain putih yang belum mempunyai motif dan warna. Oleh karena itu, orang tualah yang akan memberikan warna terhadap kain putih tersebut; hitam, biru hijau bahkan bercampur banyak warna.
Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya cerdas, berwawasan luas dan bertingkah laku baik, berkata sopan dan kelak suatu hari anak-anak mereka bernasib lebih baik dari mereka baik dari aspek kedewasaan pikiran maupun kondisi ekonomi. Oleh karena itu, di setiap benak para orang tua bercita-cita menyekolahkan anak-anak mereka supaya berpikir lebih baik, bertingkah laku sesuai dengan agama serta yang paling utama sekolah dapat mengantarkan anak-anak mereka ke pintu gerbang kesuksesan sesuai dengan profesinya.
Setelah keluarga, lingkungan kedua bagi anak adalah sekolah. Di sekolah, guru merupakan penanggung jawab pertama terhadap pendidikan anak sekaligus sebagai suri teladan. Sikap maupun tingkah laku guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan pribadi anak.
Pada perspektif lain, kondisi ekonomi masyarakat tentu saja berbeda, tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang memadai dan mampu memenuhi segala kebutuhan anggota keluarga. Salah satu pengaruh yang ditimbulkan oleh kondisi ekonomi seperti ini adalah orang tua tidak sanggup menyekolahkan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi walaupun mereka mampu membiayainya di tingkat sekolah dasar. Jelas bahwa kondisi ekonomi keluarga merupakan faktor pendukung yang paling besar kelanjutan pendidikan anak-anak., sebab pendidikan juga membutuhkan dana besar.
Hampir di setiap tempat banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan, atau pendidikan putus di tengah jalan disebabkan karena kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan. Kondisi ekonomi seperti ini menjadi penghambat bagi seseorang untuk memenuhi keinginannya dalam melanjutkan pendidikan. Sementara kondisi ekonomi seperti ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya orang tua tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak mempunyai keterampilan khusus, keterbatasan kemampuan dan faktor lainnya.
Putus sekolah bukan merupakan persoalan baru dalam sejarah pendidikan. Persoalan ini telah berakar dan sulit untuk di pecahkan, sebab ketika membicarakan solusi maka tidak ada pilihan lain kecuali memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Ketika membicarakan peningkatan ekonomi keluarga terkait bagaimana meningkatkan sumber daya manusianya. Sementara semua solusi yang diinginkan tidak akan lepas dari kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh, sehingga kebijakan pemerintah berperan penting dalam mengatasi segala permasalahan termasuk perbaikan kondisi masyarakat.
Menurut pengamatan sementara, sebagian anak-anak di Kecamatan Jangka mengalami putus sekolah terutama anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di tingkat atas. Maka hal yang menjadi rumusan masalah di sini adalah sebagai berikut:
1. Berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
3. Bagaimana sikap orang tua terhadap pendidikan anaknya?
4. Bagaimana cara pembinaan orang tua terhadap anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
5. Bagaimanakah cara masyarakat menanggulangi anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut di atas maka timbullah keinginan penulis untuk mengangkat permasalahan ini dalam sebuah karangan ilmiah (skripsi)dengan menetapkan sebagai judul adalah: “Anak Putus Sekolah dan Cara pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”.
B. Penjelasan Istilah
Untuk menghindari kekeliruan dan lebih mengarahkan pembaca dalam memahami judul skripsi ini penulis merasa perlu untuk menjelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul tersebut. Adapun istilah- istilah yang perlu di jelaskan adalah sebagai berikut:
1. Anak
Artinya orang atau binatang yang baru di teteskan. Anak adalah turunan kedua sesudah orang yang dilahirkan. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa anak adalah manusia yang hidup setelah orang yang melahirkannya, anak itu merupakan rahmat Allah kepada manusia yang akan meneruskan cita-cita orang tuanya dan sebagai estafet untuk masa yang akan datang.
Adapun anak yang penulis maksudkan dalam skripsi ini adalah anak sebagai keturunan kedua dari sepasang suami istri yang terikat dengan tali pernikahan yang sah yang tidak terlepas dari didikan orang tua baik didikan agama maupun pendidikan umum sehingga anak bisa bersaing dan tercapai cita-citanya.
2. Anak Putus Sekolah
Putus sekolah (dalam bahasa Inggris dikenal dengan Putus sekolah) adalah proses berhentinya siswa secara terpaksa dari suatu lembaga pendidikan tempat dia belajar. Anak Putus sekolah yang dimaksud dalam penulisan skripsi ini adalah terlantarnya anak dari sebuah lembaga pendidikan formal, yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi ekonomi keluarga yang tidak memadai.
3. Cara Pembinaannya
Cara: 1). Aturan sistem. 2). Gaya, laku, ragam. 3). Adat, resam, kebiasaan. Pembinaan merupakan suatu proses kegiatan yang di lakukan secara berdaya guna memperoleh hasil yang baik.
Adapun pembinaan yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah suatu usaha untuk pembinaan kepribadian yang mandiri dan sempurna serta dapat bertanggungjawab, atau suatu usaha, pengaruh, perlindungan dalam bantuan yang di berikan kepada anak yang tertuju kepada kedewasaan anak itu, atau lebih cepat untuk membantu anak agar cakap dalam melaksanakan tugas hidup sendiri, pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku pintar hidup sehari-hari, bimbingan dan nasehat yang memotivasinya agar giat belajar), serta di tujukan kepada orang yang belum dewasa.
Menurut Yurudik Yahya, pembinaan adalah “suatu bimbingan atau arahan yang dilakukan secara sadar dari orang dewasa kepada anak yang perlu dewasa agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang kepribadian yang dimaksud mencapai aspek cipta, rasa dan karsa.
Istilah pembinaan atau berarti “ pendidikan” yang merupakan pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa. Selanjutnya pembinaan atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat kehidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
Dari penjelasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa pembinaan merupakan suatu proses yang di lakukan untuk merubah tingkah laku individu serta membentuk kepribadiannya, sehingga apa yang di cita-citakan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak penulis capai dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka.
2. Faktor-faktor apa yang menyebabkan anak putus sekolah.
3. Bagaimana sikap orang tua terhadap anak putus sekolah?
4. Bagaimana usaha masyarakat dalam menanggulangi anak putus sekolah di Kecamatan Jangka.
D. Postulat dan Hipotesis
Bertitik tolak pada latar belakang masalah di atas, maka penulis perlu mengemukakan beberapa postulat yang kedudukannya sebagai dasar pemikiran dalam suatu wilayah. Winarno Surachman mengemukakan bahwa: “ Anggapan dasar (postulat) yang menjadi tumpuan dasar segala pandangan dan kegiatan terhadap masalah yang dihadapi dalam suatu penelitian. Postulat ini menjadi titik pangkal, di mana dengan adanya postulat ini tidak lagi menjadi keragu-raguan penyelidik”.
Adapun postulat (anggapan dasar) dalam masalah ini adalah sebagai berikut:
1. Anak-anak wajib memperoleh pendidikan, terutama pada usia 9 (sembilan) sampai 15 (lima belas) tahun, karena sesuai dengan peraturan pemerintah.
2. Tanggung jawab pendidikan anak berada pada tangan orang tua, guru dan masyarakat.
Berdasarkan anggapan dasar di atas, maka yang menjadi hipotesis (dugaan sementara) adalah sebagai berikut:
1. Kebanyakan anak putus sekolah di Kecamatan Jangka disebabkan oleh kurangnya biaya dan kesadaran orang tua dalam menyekolahkan anaknya.
2. Anak putus sekolah di Kecamatan Jangka berdampak negatif dalam masyarakat.
3. Cara pembinaan terhadap anak putus sekolah di Kecamatan Jangka belum optimal.
E. Populasi dan Sampel
Populasi adalah “Keseluruhan objek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat mewakili keseluruhan populasi yang ada”.
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Jangka yang berjumlah 44 desa dengan jumlah penduduknya 24.208 jiwa, yang terdiri dari 5 (lima) kemukiman dan tingkat putus sekolahnya diambil mulai dari Sekolah Dasar dan Menegah. Berdasarkan populasi di atas maka yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah 3 desa yang terdapat dalam Kecamatan Jangka yang mempunyai anak putus sekolah. Sampel yang penulis ambil di sini adalah masing-masing 2 orang dari 3 desa yaitu kepalah desa dan Tgk. Imum Meunasah. Sampel ini dianggap dapat mewakili seluruh populasi dan dapat memberikan data yang penulis perlukan. Tiga desa tersebut menurut pengamatan penulis adalah desa yang banyak terdapat anak putus sekolah, yaitu:
1. Bugak Punjot, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)
2. Bugak Mesjid, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)
3. Bugak Meunasah dua, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)
F. Metodelogi Penelitian
Setiap penelitian memerlukan metode dan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang dihadapi. Metode penelitian yang dapat dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu “suatu metode yang ingin mengungkapkan, mengembangkan dan menafsirkan data, peristiwa, kejadian-kejadian dan gejala-gejala fenomena-fenomena yang terjadi pada saat sekarang”.
Metodologi penelitian ini sangat tepat digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang objektif. Dalam pelaksanaannya penulis menggunakan dua jenis penelitian, adalah sebagai berikut:
1. Library Research (studi kepustakaan), digunakan untuk melihat dan mempelajari buku-buku, literatur-literatur dan bahan referensi lainnya sebagai sumber untuk menguraikan landasan teoritis dari skripsi ini.
2. Field Research (studi lapangan), digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data dari lapangan. Yang dalam pelaksanaannya digunakan3 (tiga) instrumen penelitian, yaitu:
a. Observasi
Yaitu cara yang ditempuh untuk mengamati kondisi lapangan penelitian, yaitu pengamatan langsung maupun tidak langsung yang ditemui di daerah penelitian.
b. Wawancara
Wawancara yaitu cara yang ditempuh untuk mewawancarai para informan demi memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini. Wawancara ditujukan dengan jalan mengajukan pertanyaan langsung kepada tokoh pimpinan dengan pertanyaan yang telah di persiapkan.
c. Angket
Angket merupakan beberapa pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan masalah penelitian yang telah di persiapkan kepada masing-masing responden, yaitu masyarakat tiap desa yaitu 3 desa yang terdapat dalam Kecamatan Jangka yang mempunyai anak putus sekolah untuk memberikan jawabannya.
Adapun teknik penulisan skripsi ini penulis berpedoman pada buku “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh Tahun 2004”. Dan buku-buku lain yang dianggap penting.
