BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Umum
Tidak ada satu orangpun yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang secara sempurna, meskipun sudah menggunakan berbagai alat analisis. Setiap ramalan yang dilakukan tidak akan terlepas dari kesalahan perhitungan yang telah dilakukan. Penyebab melesetnya hasil ramalan karena dimasa yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Bahkan untuk hal-hal tertentu sama sekali tidak dapat diperhitungkan seperti maut dan rezeki. Jadi wajar jika terjadinya sesuatu dimasa yang akan datang hanya dapat direka-reka semata.
Musibah tersebut berdampak pada kehidupan manusia dan menyangkut kerugian keuangan. Sudah terbukti bahwa tindakan apapun yang diambil untuk mencegah kerugian dan bencana-bencana lainnya namun sejumlah tertentu kerugian tetap terjadi juga. Oleh karena itulah pentingnya fungsi perusahaan asuransi untuk mengambil alih risiko atas ketidakpastian yang dihadapi seseorang ataupun Badan Usaha, sehingga kerugian itu dapat dihindari atau diminimalkan.
Perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi apabila terjadi musibah atau kerugian. Begitu juga dengan PT. Asuransi Artarindo merupakan perusahaan asuransi yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap kemungkinan terjadinya kerugian. Dengan demikian akan semakin banyaknya masyarakat umum yang berminat untuk mengasuransikan harta benda mereka ke perusahaan asuransi. Calon nasabah yang semakin bertambah menyebabkan adanya peningkatan dalam penutupan polis asuransi
Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis mengambil bidang administrasi untuk dijadikan bahan penulisan Tugas Akhir yang mengambil judul:
“KOMPUTERISASI SISTEM PENERIMAAN NASABAH BARU
ASURANSI KEBAKARAN PADA PT. ASURANSI ARTARINDO JAKARTA”
1.2. Maksud Dan Tujuan
a. Maksud
Maksud dari penulisan Tugas Akhir ini adalah:
1. Untuk menerapkan ilmu yang didapat dan secara tak langsung ingin memajukan sistem penerimaan nasabah pada perusahaan asuransi yang diriset sehingga membantu mempermudah bagian yang menangani tugas ini.
2. Mempelajari sistem penerimaan penerimaan nasabah baru agar dapat mengatasi permasalahan dalam sistem penerimaan tersebut yang selama ini dilakukan secara manual.
b. Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan ini untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika jenjang pendidikan Diploma III (tiga) Jurusan Manajemen Informatika.
1.3. Metode Penelitian
Untuk menjadikan laporan yang lebih sempurna penulis menempuh beberapa metode dalam penulisan laporan ini. Adapun metode itu adalah sebagai berikut :
a. Metode Observasi
Yaitu dengan melakukan pengamatan dan peninjauan secara langsung ke bagian yang berhubungan dengan kegiatan penerimaan nasabah asuransi untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai proses pelaksanaan sistem yang berjalan dan untuk mengetahui permasalahan atau kendala yang ada.
b. Metode Wawancara
Dalam metode ini penulis melakukan wawancara atau konsultasi dengan bagian penerimaan nasabah. Hal ini penulis tempuh dengan maksud untuk lebih mengakuratkan data.
c. Metode Kepustakaan
Dengan menggunakan penelitian sumber-sumber yang ada diperpustakaan dan mempelajari kembali teori-teori yang diperoleh didalam bangku kuliah, hal ini dilakukan guna mendukung data yang telah didapat yang mengacu pada bidang-bidang yang berkaitan dengan objek riset yang ada hubungannya dengan penulisan tugas akhir ini.


1.4. Ruang Lingkup
Dalam menyusun penulisan tugas akhir ini, penulis membatasi dalam pembahasan mengenai penerimaan calon nasabah yaitu berkisar mengenai pada proses penerimaan data nasabah, proses analisa resiko dan pembuatan polis, serta proses pembuatan laporan.
1.5. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Tugas Akhir ini terdiri dari lima bab, adapun garis besar kerangka penulisan adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini terdiri dari 5 (lima) sub bab menerangkan tentang pendahuluan, umum, maksud dan tujuan penulisan, metode penelitian yang dipakai penulis, ruang lingkup serta sistematika penulisannya.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang konsep dasar dan peralatan pendukung yang digunakan dalam penulisan ini seperti pengertian system, definisi normalisasi dan tahapan normalisasi, tahapan diagram alir data dan kamus data sistem berjalan.
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
Bab ini berisi tentang sistem berjalan secara umum tinjauan terhadap perusahaan, struktur organisasi dan fungsi masing-masing jabatan, prosedur sistem berjalan, diagram alir data, kamus data sistem berjalan, spesifikasi bentuk dokumen masukan, dokumen keluaran, permasalahan dan alternatif pemecahan masalah.
BAB IV SISTEM RANCANGAN USULAN
Bab ini dijabarkan mengenai sistem usulan yang dibuat beserta diagram sistem usulan, prosedur sistem usulan beserta bentuk dokumen masukan dan bentuk dokumen keluaran, normalisasi file, spesifikasi file, struktur kode dan spesifikasi program, spesifikasi komputer yang terdiri dari umum, perangkat keras, perangkat lunak konfigurasi sistem komputer dan jadwal implementasi.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini berisikan kesimpulan dari uraian-uraian terdahulu dan saran-saran yang diajukan dalam mengatasi masalah dalam perancangan tugas akhir ini.
[ Read More ]

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kriptografi kunci publik didasarkan kepada persoalan sulit seperti faktorisasi, problema Knapsack, kurva elips, algoritma diskrit, dan sebagainya. Faktorisasi, perpangkatan modulo bilangan besar dan bilangan prima merupakan fungsi matematika yang banyak digunakan dalam kriptografi kunci publik.
Untuk memahami proses faktorisasi, perpangkatan modulo bilangan besar dan pembentukan serta pengujian bilangan prima dengan menggunakan cara konvensional sering mengalami hambatan, misalnya dalam menentukan nilai dari 210000 mod 5500. Untuk mengatasi hal tersebut maka dapat dibuat sebuah perangkat lunak yang secara tahap demi tahap menjelaskan langkah yang ditempuh.
Atas dasar pertimbangan di atas, penulis ingin membuat tugas akhir dengan judul “Perancangan Perangkat Lunak Bantu Pemahaman Masalah Faktorisasi, Perpangkatan Modulo dan Bilangan Prima”.

1.2 Perumusan Masalah
Pokok permasalahan dari penyusunan tugas akhir (skripsi) ini adalah bagaimana membuat suatu perangkat lunak pemahaman masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan bilangan prima.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan penyusunan tugas akhir (skripsi) ini adalah untuk merancang suatu perangkat lunak yang mampu untuk membantu pemahaman terhadap masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan bilangan prima dengan menjelaskan tahapan – tahapan penyelesaiannya.
Manfaat dari penyusunan tugas akhir (skripsi) ini yaitu perangkat lunak hasil rancangan dapat digunakan sebagai fasilitas pendukung dalam proses belajar – mengajar terutama pada mata kuliah Kriptografi.

1.4 Pembatasan Masalah
Karena keterbatasan waktu dan pengetahuan penulis, maka penyusunan tugas akhir (skripsi) hanya mencakup hal – hal berikut :
1. Masalah Faktorisasi menggunakan algoritma Greater Common Divisor (GCD).
2. Masalah Perpangkatan Modulo menggunakan algoritma Fast Exponentiation.
3. Masalah Pembangkit Bilangan Prima menggunakan metoda Rabin – Miller.
4. Perangkat lunak hanya mendukung input berupa numerik bilangan bulat positif dengan batas maksimal sampai 1016.
5. Bilangan yang akan dicoba dapat di-input sendiri atau dihasilkan secara acak (random) oleh komputer.

1.5 Metodologi Penyelesaian Masalah
Langkah – langkah penyelesaian penyusunan tugas akhir (skripsi) adalah :
1. Membaca dan mempelajari buku – buku yang berhubungan dengan masalah faktorisasi, perpangkatan modulo dan pembangkit bilangan prima.
2. Mempelajari penerapan algoritma Greater Common Divisor (GCD) untuk menyelesaikan masalah faktorisasi.
3. Mempelajari penerapan algoritma Fast Exponentiation untuk menyelesaikan masalah perpangkatan modulo.
4. Mempelajari penerapan metoda Rabin – Miller untuk menyelesaikan masalah pembangkitan bilangan prima.
5. Merancang perangkat lunak bantu pembahaman masalah faktorisasi, perpangkatan modulo, dan bilangan prima dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.

[ Read More ]

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum berasal dari bahasa Inggris “Curriculum” berarti Rencana Pelajaran. (S. Wojowasito-WJS. Poerwadarminta, 1980 : 36.).
Secara istilah, kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Depag. RI. Dir. Jen. Kelembagaan Agama Islam, 2004 : 2).
Dari pengertian tersebut kurikulum sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar mengajar disekolah, yang merupakan jembatan untuk tercapainya suatu tujuan Pendidikan Nasional.
Pada perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, serta seni dan budaya. Perkembangan dan perubahan yang secara terus menerus menuntut perlunya sistem Pendidikan Nasional termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tersebut.
Atas dasar tuntutan tersebut maka diperlukan suatu upaya peningkatan mutu pendidikan termasuk yang diselenggarakan di madrasah, yang dilakukan secara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral/akhlaq, pengetahuan, kesehatan, ketrampilan dan seni. Pengembangan pendidikan di madrasah dilakukan sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan jatidiri madrasah pada seluruh aspeknya. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berhasil dimasa datang. Dengan demikian peserta didik memiliki ketangguhan, kemandirian, dan jatidiri yang dikembangkan melalui kesinambungan. Oleh karena itu diperlukan penyempurnaan kurikulum yang berbasis pada kompetensi peserta didik.
Penyempurnaan kurikulum ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut :
1. UUD 1945 dan Pembukaannya.
2. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.
3. Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, dan
4. Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom.
Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom berimplikasi terhadap kebijakan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik ke desentralistik juga berimplikasi terhadap penyempurnaan kurikulum sekolah.
Penyempurnaan kurikulum tersebut mengacu pada Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berkenaan dengan pasal-pasal sebagai berikut :
1. Pasal 3 yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Pasal 35 Ayat (1), yang menyatakan bahwa Sstandart Nasional Pendidikan terdiri atas standart isi, proses kompotensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembayaran, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
3. Pasal 37 Ayat (1), yang menyatakan bahwa pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, Ilmu Pentahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga, Ketrampilan/kejuruan, dan Muatan Lokal.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tergugah mengangkat permasalahan yang dimaskud sebagai bukti bahwa kurikulum berbasis kompetensi akan lebih cocok dengan tujuan Pendidikan Nasional. Dan penulis ingin meneliti terhadap hasil belajar siswa di MTs. Manbail Futuh dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi.

B. Penegasan Judul
Untuk mempermudah pemahaman terhadap judul skripsi ini penulis perlu menjelaskan variabel-variabel yang ada dalam judul, yaitu :
1. Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), sebagai variabel bebas.
- Penerapan adalah pemasangan, pengenaan ; perihal mempraktikkan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988 : 935).
- Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah “suatu konsep menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standart performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penugasan terhadap seperangat kompetensi tertentu”. (E. Mulyasa, 2003 : 39).
-
2. Hasil belajar siswa sebagai variabel terikat.
Menurut S. Nasution (1983 : 3), hasil belajar atau prestasi siswa adalah “hasil yang telah dicapai dalam bentuk perubahan kelakuan anak berdasarkan pengalaman dan pelatihan”.
Sedangkan menurut Sumartono (1976 : 8) tes hasil belajar adalah “suatu nilai yang menunjukkan hasil tertinggi dalam belajar yang dapat dicapai menurut kemampuan anak dalam bidang studi tertentu”.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas yang dimaskud dengan judul skripsi ini adalah Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh sejauh mana berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

C. Alasan Pemilihan Judul
Penulisan skripsi ini mempunyai alasan sebagai berikut :
1. Kurikulum merupakan komponen yang amat penting di dunia pendidikan, karena kurikulum merupakan suatu usaha yang menjembatani tercapainya Pendidikan Nasional.
2. Kurikulum Berbasis Kompetensi baru diterapkan secara nasional pada tahun 2004-2005 sehingga sangat perlu sendini mungkin diadakan penelitian.
3. Hasil belajar siswa merupakan suatu tahapan yang harus dicapai dalam pebelajaran sebagai tolak ukur dari keberhasilan penerapan suatu kurikulum.

D. Rumusan Masalah
Problematika yang sesuai dengan judul skripsi atas dasar pertimbangan latar belakang masalah, maka penulis mengemukakan yang perlu dipecahkan sebagai berikut :
1. Bagaimana Pelaksnaan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
2. Bagaimana hasil belajar yang dicapai di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
3. Bagaimana Pengaruh Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.

E. Tujuan Pembahasan
Tujuan penulis dalam pembahasan ini sesuai dengan rumusan diatas ialah :
1. Ingin mengetahui Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
2. Ingin mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.
3. Ingin mengetahui pengaruh Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh.

F. Metodologi Pembahasan
Dalam pembahasan skripsi ini dengan berdasarkan pada data-data pustaka sebagai landasan teori, penulis menggunakan tiga metode pembahasan yaitu :
1. Metode induksi yaitu suatu cara berfikir berdarkan pengalaman-pengalaman khusus menuju kebenaran umum. (Arief Furchan, 1982 : 29).
2. Metode deduksi yaitu suatu proses berfikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. (Arief Furchan, 1982 : 22).

G. Hipotesa
Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya.
“Ada dua jenis hipotesis yang gunakan dalam penelitian :
1. Hipotesis kerja atau hipotesa alternatif (Ha). Hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel x dan y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.
2. Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho atau hipotesis statistik, karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik yaitu diuji dengan statistik. Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel atau tidak adanya pengaruh variabel x terhadap variabel y”. (Suharsimi Arikunto, 1993 : 65).

Hipotesa yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah hipotesa alternatif atau hipotesa kerja (Ha) yang berbunyi: “Ada pengaruh penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh”.

H. Sistematika Pembahasan
Dalam sistematika pembahasan skripsi ini terdiri dari beberapa bagian yang merupakan pelengkap atau pendukung suatu karya ilmiah. Bagian depan memuat Halaman Judul, Pengesahan, Motto, Kata Pengantar dan Daftar Isi. Dan bagian belakang memuat Daftar Kepustakaan dan beberapa lampiran yang diperlukan.
Pada bagian isi merupakan inti pokok skripsi yang terdiri dari lima bab yang dibagi atas sub bab-bab.
Bab satu adalah Pendahuluan, yang meliputi : Latar Belakang Masalah, Penegasan Judul, Alasan Pemilihan Judul, Rumusan Masalah, Tujuan Pembahasan, Metodologi Pembahasan, Hipotesa, Sistematika Pembahasan.
Bab dua adalah Landasan Teori : yang meliputi Pembahasan tentang KBK meliputi pengertian KBK, Pengertian Kompetensi dalam KBK, Karakteristik KBK, Komponen-komponen dalam KBK dan Evaluasi dalan KBK ; Pembahasan mengenai hasil belajar siswa meliputi, Pengertian hasil belajar, dan Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ; Pengaruh, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam hasil belajar siswa.
Bab tiga adalah Metodologi Penelitian, yang meliputi Populasi dan Sampel, Metode Pengumpulan Data, Tehnik Analisa Data.
Bab empat adalah Hasil Laporan Penelitian, yang meliputi Latar Belakang, Penyajian Data, dan Analisa Data.
Bab lima adalah penutup pada bab ini meliputi Kesimpulan dan Saran-saran.
[ Read More ]

BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang Penelitian
Sistem informasi merupakan komponen yang penting dalam sebuah organisasi karena dengan sistim informasi suatu organisasi dapat mengelola manajemen dengan baik. Sistim Informasi erat kaitannya dengan kegiatan pertukaran data, dan pemrosesan data. Pertukaran data melalui sebuah jaringan dapat membantu dalam banyak hal seperti akses yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, penghematan biaya dan tenaga. Pertukaran data ini dapat terjadi apabila dua komputer atau lebih berada dalam jaringan yang terhubung.
Wacana tentang pelayanan ( services ) secara online sangat marak akhir – akhir ini. Bidang perbankan , pendidikan, transportasi ( travel ) adalah tiga dari sekian banyak yang menggunakan teknologi online tersebut.Perbankan menggunakan teknlogi online dengan istilah e – banking ,pendidikan dengan e – learning ,dan transportasi untuk sistim online ticketing
Memasuki usia ke 5 (lima tahun) semenjak didirikan, Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer ( STMIK ) belum menggunakan sistem online yang dapat membantu para mahasiwa, hal ini disebabkan belum dilakukannya penelitian secara mendalam mengenai sistim online. STMIK selama ini menggunakan sistem Kartu Rencana Studi (KRS) secara manual. Pengisian KRS secara manual pada saat awal pergantian semester seringkali membuat mahasiswa / mahasiswi menunggu. Ada baiknya sebagai Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer menerapkan sebuah Sistim Informasi yang dapat membantu mahasiswa / mahasiswi sehingga layanan pengisian KRS tidak membuang waktu yang cukup banyak Layanan yang fleksibel, cepat, dan akurat dalam pengisian KRS dirasakan perlu sebagai salah satu pemikat STMIK untuk meningkatkan keunggulan bersaing
Mahasiswa membutuhkan kenyamanan saat pengisian, ketepatan infomasi yang diberikan, dan fleksibilitas yang tidak dibatasi perbedaan ruang dan waktu, serta kepuasan informasi yang disajikan.. Mengingat pentingnya menjaga kinerja dalam pengisian KRS yang telah dimiliki saat ini dan keinginan untuk meningkatkan kinerja dengan menerapkan suatu sistim online. Maka penelitian lebih lanjut tentang sistim pengisian IRS online ini merupakan suatu langkah yang bijaksana untuk meningkatkan kinerja tersebut.
Ada berbagai keuntungan dalam menggunakan sistem online dalam pengembangan sebuah aplikasi pengisian KRS ini. Aplikasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang berdiri sendiri serta menyediakan fungsionalitas tertentu.seperti :
1. Input untuk nilai akademik .
2. Input untuk pengsian KRS
3. Input untuk data pembayaran
4. Input untuk nilai absensi
5. Lihat nilai akdemik
6. Dan data yang penting seperti :data mahasiswa, data dosen,dll
Dengan membangun sebuah komponen sebagai sebuah web service. Maka fungsionalitas yang terdapat pada komponen itu dapat diakses oleh komponen lain ( yang bertindak sebagai client ).
Ada pula resiko yang dihadapi dari sistim IRS online ini
1. Adanya pihak yang tak bertanggung jawab terutama pihak kompetitor dapat merusak sistim informasi yang disajikan Contoh orang – orang yang tidak bertanggung jawab yang merusak tampilan untuk user /user interface pada sistim informasi pemugutan suara pada pemilu 2004
2. Kerusakan jaringan internet sehingga sistem KRS online ini tidak dapat bekerja
Alasan pemilihan studi kasus ini adalah dengan harapan dapat meningkatkan kinerja saat pengisian KRS dan terlebih untuk meningkatkan keunggulan bersaing STMIK JIBES pada saat tahun ajaran baru dimulai Walau begitu tidak tertutup kemungkinan bahwa sistem pengisian IRS ini mengalami kekurangan.

B Tujuan Penelitian
Tujuan peneltian ini adalah
1. Menganalisa cara kerja sistem pengisian KRS dan kinerjanya yang digunakan saat ini .
2. Melakukan studi kelayakan pada objek penelitian
3. Merancang dan membuat aplikasi untuk sistim KRS online
4. Menguji kelebihan sistem pengisian KRS online ini dibandingkan dengan sistem pengisian KRS secara konvensional

C Batasan Penelitian
Batasan Masalah dalam pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian akan dilakukan pada STMIK JIBES
2. Aplikasi yang dirancang dan dibuat sebagai prototipe Sistem Regisrasi Semester Online STMIK JIBES
3. Pembuatan prototipe sebuah Sistem Registrasi Semester Online ini menggunakan bahasa pemrogaman PHP5, MYSQL sebagai databasenya, dan Apache sebagai web servernya.
4. Client side presentation menggunakan bahasa HTML ( Hyper Text Markup Language) dan JavaScript
5. Fungsionalitas dasar yang akan terdapat pada sistem adalah melihat nilai Indeks Prestasi Semester ( IPS) dan pengisian KRS disesuaikan dengan sks maksimal yang telah ditentukan
6. Fungsionalitas akan dibagi menjadi proses yang dijalankan di server dan proses yang dijalankan di client, dimana proses server akan tersedia dalam bentuk web service.
7. Aplikasi yang telah selesai dibuat, tidak langsung di – hosting ( disebarkan melalui jaringan internet )
8. Aplikasi program tidak membahas tentang sistim utang mahasiswa.
9. Aplikasi yang dibuat tidak membahas tentang keamanan secara khusus dalam jaringan

D Sistematika Penulisan
Sistematika yag disusun dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebgai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini dibahas tentang latar belakang masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, sistematika penulisan tugas akhir dan metodologi penelitian

BAB II: LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan dibahas secara detail teori – teori dan teknologi yang akan digunakan untuk membangun sistem . Dari teknologi web , konsep database ,studi kelayakan ,dan rekyasa perangkat lunak

BAB III : ANALISA DAN PERANCANGAN
Pada bab ini akan dibahas tentang analisa dan perancangan sistim. Perancangan tersebut meliputi desain database, Data Flow Diagram ( DFD ) ,dan analisa perancangan layar

BAB IV : IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil implementasi dan pengujian sistem yang diusulkan

BAB V : KESIMPULAN
Pada bab ini akan ditarik sebuah kesimpulan secara umum dari apa yang sudah dikerjakan dalam penyusunan tugas akhir ini.

E Metodologi Penelitian
Adapun metodologi yang digunakan dalam penulisan skripsi ini meliputi dua bagian pokok,
. Karena itu , langkah – langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini adalah:
1. Studi literatur mengenai web service serta teknologi yang terkait dengannya. Literatur yang akan dipelajari meliputi buku – buku referensi dan situs web yang membahas topik ini.
2 Analisa dan perancangan kebutuhan sistem
[ Read More ]

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Tidak dapat disangkal lagi, bahwa bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi (Sumarsono, 2004: 18). Bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakan seseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Dengan bahasa manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Andaikata tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapat melakukan hal tersebut di atas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kita mengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kita selalu membutuhkan bahasa.
Kebanyakan orang belajar lebih dari satu bahasa. Seseorang mungkin dapat mengetahui atau belajar dua bahasa atau lebih dari permulaan hidupnya. Yang lebih terbiasa ialah bahwa dia belajar bahasa kedua atau bahasa asing sesudah sistem bahasa pertamanya mantap.
Tidak dapat di sangkal, bahwa seseorang yang mempelajari suatu bahasa asing akan mendapati kesulitan-kesulitan, yang mana kesulitan-kesulitan ini dapat diperkecil apabila dia memiliki faktor-faktor pendorong yang sangat kuat atau dengan kata lain dia memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa tersebut.
Oleh karena kajian bahasa tidak cukup dengan mengenali ciri-ciri konstruksi bahasa, tetapi ia harus lengkap dengan mengenali fungsi dalam kerangka masyarakat (Hamdani, 2004: 7). Maka seseorang yang ingin mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing di tuntut untuk memiliki keterampilan-keterampilan berbahasa, yang mana keterampilan ini dapat dia kembangkan dan kuasai sesuai dengan motivasinya dalam mempelajari bahasa keduanya.
Rajiman membagi keempat keterampilan tersebut di atas kepada keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis (Tarigan 1986 :1). Keempat aspek tersebut sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Bahasa asing dapat dengan mudah dipelajari bila dibandingkan dengan mempelajari bahasa dari suatu daerah. Dengan maksud, para pembelajar dapat mempergunakan empat keterampilan berbahasa dilingkungan penuturnya. Oleh karena itu, empat keterampilan berbahasa ini dapat dipelajari dan dipergunakan.
Menyimak dalam proses berbahasa merupakan keterampilan pemula yang harus dimiliki oleh seseorang yang sedang mempelajari suatu bahasa. Keterampilan ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa. Hal ini dipertegas oleh Dawson sebagaimana yang di kutip oleh Tarigan bahwa melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berfikir”. (Tarigan, 1986:1)
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang lambat laun mulai dipelajari oleh para pembelajar di dunia. Di Indonesia pun bahasa ini mulai dipelajari, terlebih lagi bahwa mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yang mana mereka memiliki kitab Al-Qur’an yang diturunkan dengan bahasa Arab.
Salah satu perbedaan bahasa Arab dengan bahasa lainnya yaitu bahwa bahasa ini memiliki banyak kata-kata ambigu, dan tidak jarang satu kata mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Tapi, dalam saat yang sama seseorang dapat menemukan kata yang tidak mengandung kecuali satu makna yang pasti saja. (Shihab, 2001: 98)
Bagi pembelajar Indonesia, menyimak bukanlah suatu hal yang dapat di anggap mudah. Hal ini dikarenakan dalam setiap harinya kesempatan untuk menyimak bahasa Arab sangatlah sedikit. Dan bagi pembelajar bahasa Arab, masalah yang dihadapi pada saat mempelajari Istima’ biasanya adalah suara, kosakata, struktur kalimat dan sebagainya.
Selain kesulitan dalam hal berbahasa, banyak kesulitan lain yang muncul dalam mempelajari Istima’. Kesulitan ini dapat berupa permasalahan yang berasal dari diri pribadinya (instrinsik) dan dari lingkungan (ekstrinsik), kesulitan lainnya pun dapat disebabkan dari hal-hal yang menghambat pada Proses Belajar Mengajar (PBM), seperti kurangnya fasilitas pendukung kelancaran PBM, terlampau banyaknya jumlah mahasiswa dalam satu kelas, kurangnya motivasi, ketidakhadiran dosen dan sebagainya.
Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis ingin mengadakan penelitian seputar kesulitan mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini berangkat dari pengalaman penulis yang kerap kali mendapatkan kesulitan dalam mempelajari bahasa Arab dalam mata kuliah Istima’. Dengan alasan inilah, maka peneliti memberi judul penelitian: Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pada Mata Kuliah Istima’ I (Studi Analisis Deskriptif Terhadap Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ______________________).

B. RUMUSAN MASALAH
Penulis membatasi permasalahan dalam penelitian ini yang hanya akan membahas mengenai hal-hal yang menjadi permasalahan bagi mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab _____ yang meliputi:
a. Faktor-faktor instrinsik yang mencakup motivasi, minat, dan psikologis mahasiswa dalam belajar bahasa Arab.
b. Faktor-faktor ekstrinsik yang mencakup lingkungan disekitar kampus dengan berbagai proses belajar mengajar di kelas.
Penelitian ini hanya dilakukan kepada mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ________________________ yang telah mengikuti perkuliahan Istima’ I.
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini penulis operasionalkan kedalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _____________________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor instrinsik pembelajar ?
2. Apakah permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 ______________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor ekstrinsik pembelajar ?

C. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dari penelitian ini adalah untuk mengungkap kesulitan-kesulitan yang di dapat oleh para pembelajar bahasa Arab dalam mempelajari Istima’I, untuk kemudian memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
1.1. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor instrinsik pembelajar.
1.2. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 _____________________________ dalam mempelajari keterampilan menyimak pada mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor ekstrinsik pembelajar.
2. Kegunaan Penelitian
Banyak kegunaan yang diharapkan penulis dapat lahir dari penelitian ini, diantaranya adalah penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang nyata bagi perkembangan pembelajaran bahasa Arab pada _____________________________ juga dapat memberikan informasi tentang kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dalam mata kuliah Istima’ I, sehingga semua pihak yang terkait merasa perlu untuk mencari faktor penyebab dan juga solusi yang signifikan dalam mengatasi kesulitan tersebut. Adapun kegunaan lain yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
2.1. Untuk pengajar:
Penelitian ini dapat dijadikan bahan pemikiran dan pertimbangan oleh pengajar untuk lebih meningkatkan metode pembelajaran, khususnya pada mata kuliah Istima’ I untuk lebih meningkatkan kualitas hasil yang di dapat dari mata kuliah ini.
2.2. Untuk mahasiswa:
Penelitian ini dapat mereka gunakan sebagai motivasi untuk lebih giat lagi dalam mempelajari bahasa Arab, sehingga mereka mampu memperkecil kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi.
2.3. Untuk penulis:
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan penulis dalam menyikapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Istima’ I, sehingga penulis dapat memberikan solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut.

D. DEFINISI OPERASIONAL
Agar tidak terdapat kesalahan dalam menafsirkan judul penelitian, maka berikut ini penulis akan menjelaskan definisi operasional yang terdapat pada judul penelitian:
1. Analisis,
adalah penyelidikan suatu peristiwa (karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui apa sebabnya, bagaimana duduk perkaranya dan sebagainya (Poerwadarminta, 1984: 40). Adapun analisis dalam penelitian ini adalah menganalisis kesulitan-kesulitan yang di dapat oleh para mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2004/2005 __________________________ dalam mempelajari mata kuliah Istima’I.
2. Belajar dan Kesulitan Belajar,
Suatu proses perubahan tingkah laku seseorang (dalam arti luas) yang ditimbulkan/diubah melalui praktek dan latihan (Garry & Kingsley, 1970: 15). Kesulitan belajar adalah masalah yang dihadapi oleh siswa pada saat proses belajar mengajar sehingga tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu (Muhibbin Syah, 2001: 172). Yang dimaksud dengan kesulitan belajar dalam penelitian ini adalah kesulitan mahasiswa dalam mempelajari bahasa Arab pada mata kuliah Istima’ I





E. ASUMSI
Asumsi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Kesulitan yang di dapati mahasiswa yang berasal dari faktor-faktor instrinsik yang mencakup motivasi, minat, dan psikologis mahasiswa dalam belajar bahasa Arab.
2. Kesulitan yang di dapati mahasiswa yang berasal dari faktor-faktor ekstrinsik yang mencakup lingkungan disekitar kampus dengan berbagai proses belajar mengajar di kelas.

F. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan yang penulis susun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I: PENDAHULUAN, terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, definisi operasional, asumsi, dan sistematika penulisan.
BAB II: ANALISIS TEORITIS MENGENAI BELAJAR DAN MENYIMAK (ISTIMA’), terdiri dari pembahasan mengenai pengertian belajar, tujuan belajar, kesulitan belajar, kesulitan belajar bahasa Arab, pengertian menyimak, mata kuliah Istima’ dan pengertiannya, tujuan mata kuliah Istima’.
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN, terdiri dari metode penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
[ Read More ]

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan amanah dari Allah Swt, seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah tanpa noda dan dosa, laksana sehelai kain putih yang belum mempunyai motif dan warna. Oleh karena itu, orang tualah yang akan memberikan warna terhadap kain putih tersebut; hitam, biru hijau bahkan bercampur banyak warna.

Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya cerdas, berwawasan luas dan bertingkah laku baik, berkata sopan dan kelak suatu hari anak-anak mereka bernasib lebih baik dari mereka baik dari aspek kedewasaan pikiran maupun kondisi ekonomi. Oleh karena itu, di setiap benak para orang tua bercita-cita menyekolahkan anak-anak mereka supaya berpikir lebih baik, bertingkah laku sesuai dengan agama serta yang paling utama sekolah dapat mengantarkan anak-anak mereka ke pintu gerbang kesuksesan sesuai dengan profesinya.
Setelah keluarga, lingkungan kedua bagi anak adalah sekolah. Di sekolah, guru merupakan penanggung jawab pertama terhadap pendidikan anak sekaligus sebagai suri teladan. Sikap maupun tingkah laku guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan pribadi anak.
Pada perspektif lain, kondisi ekonomi masyarakat tentu saja berbeda, tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang memadai dan mampu memenuhi segala kebutuhan anggota keluarga. Salah satu pengaruh yang ditimbulkan oleh kondisi ekonomi seperti ini adalah orang tua tidak sanggup menyekolahkan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi walaupun mereka mampu membiayainya di tingkat sekolah dasar. Jelas bahwa kondisi ekonomi keluarga merupakan faktor pendukung yang paling besar kelanjutan pendidikan anak-anak., sebab pendidikan juga membutuhkan dana besar.
Hampir di setiap tempat banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan, atau pendidikan putus di tengah jalan disebabkan karena kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan. Kondisi ekonomi seperti ini menjadi penghambat bagi seseorang untuk memenuhi keinginannya dalam melanjutkan pendidikan. Sementara kondisi ekonomi seperti ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya orang tua tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak mempunyai keterampilan khusus, keterbatasan kemampuan dan faktor lainnya.
Putus sekolah bukan merupakan persoalan baru dalam sejarah pendidikan. Persoalan ini telah berakar dan sulit untuk di pecahkan, sebab ketika membicarakan solusi maka tidak ada pilihan lain kecuali memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Ketika membicarakan peningkatan ekonomi keluarga terkait bagaimana meningkatkan sumber daya manusianya. Sementara semua solusi yang diinginkan tidak akan lepas dari kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh, sehingga kebijakan pemerintah berperan penting dalam mengatasi segala permasalahan termasuk perbaikan kondisi masyarakat.
Menurut pengamatan sementara, sebagian anak-anak di Kecamatan Jangka mengalami putus sekolah terutama anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di tingkat atas. Maka hal yang menjadi rumusan masalah di sini adalah sebagai berikut:
1. Berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
3. Bagaimana sikap orang tua terhadap pendidikan anaknya?
4. Bagaimana cara pembinaan orang tua terhadap anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
5. Bagaimanakah cara masyarakat menanggulangi anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut di atas maka timbullah keinginan penulis untuk mengangkat permasalahan ini dalam sebuah karangan ilmiah (skripsi)dengan menetapkan sebagai judul adalah: “Anak Putus Sekolah dan Cara pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”.

B. Penjelasan Istilah
Untuk menghindari kekeliruan dan lebih mengarahkan pembaca dalam memahami judul skripsi ini penulis merasa perlu untuk menjelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul tersebut. Adapun istilah- istilah yang perlu di jelaskan adalah sebagai berikut:
1. Anak
Artinya orang atau binatang yang baru di teteskan. Anak adalah turunan kedua sesudah orang yang dilahirkan. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa anak adalah manusia yang hidup setelah orang yang melahirkannya, anak itu merupakan rahmat Allah kepada manusia yang akan meneruskan cita-cita orang tuanya dan sebagai estafet untuk masa yang akan datang.
Adapun anak yang penulis maksudkan dalam skripsi ini adalah anak sebagai keturunan kedua dari sepasang suami istri yang terikat dengan tali pernikahan yang sah yang tidak terlepas dari didikan orang tua baik didikan agama maupun pendidikan umum sehingga anak bisa bersaing dan tercapai cita-citanya.
2. Anak Putus Sekolah
Putus sekolah (dalam bahasa Inggris dikenal dengan Putus sekolah) adalah proses berhentinya siswa secara terpaksa dari suatu lembaga pendidikan tempat dia belajar. Anak Putus sekolah yang dimaksud dalam penulisan skripsi ini adalah terlantarnya anak dari sebuah lembaga pendidikan formal, yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi ekonomi keluarga yang tidak memadai.
3. Cara Pembinaannya
Cara: 1). Aturan sistem. 2). Gaya, laku, ragam. 3). Adat, resam, kebiasaan. Pembinaan merupakan suatu proses kegiatan yang di lakukan secara berdaya guna memperoleh hasil yang baik.
Adapun pembinaan yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah suatu usaha untuk pembinaan kepribadian yang mandiri dan sempurna serta dapat bertanggungjawab, atau suatu usaha, pengaruh, perlindungan dalam bantuan yang di berikan kepada anak yang tertuju kepada kedewasaan anak itu, atau lebih cepat untuk membantu anak agar cakap dalam melaksanakan tugas hidup sendiri, pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku pintar hidup sehari-hari, bimbingan dan nasehat yang memotivasinya agar giat belajar), serta di tujukan kepada orang yang belum dewasa.
Menurut Yurudik Yahya, pembinaan adalah “suatu bimbingan atau arahan yang dilakukan secara sadar dari orang dewasa kepada anak yang perlu dewasa agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang kepribadian yang dimaksud mencapai aspek cipta, rasa dan karsa.
Istilah pembinaan atau berarti “ pendidikan” yang merupakan pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa. Selanjutnya pembinaan atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat kehidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
Dari penjelasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa pembinaan merupakan suatu proses yang di lakukan untuk merubah tingkah laku individu serta membentuk kepribadiannya, sehingga apa yang di cita-citakan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak penulis capai dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka.
2. Faktor-faktor apa yang menyebabkan anak putus sekolah.
3. Bagaimana sikap orang tua terhadap anak putus sekolah?
4. Bagaimana usaha masyarakat dalam menanggulangi anak putus sekolah di Kecamatan Jangka.

D. Postulat dan Hipotesis
Bertitik tolak pada latar belakang masalah di atas, maka penulis perlu mengemukakan beberapa postulat yang kedudukannya sebagai dasar pemikiran dalam suatu wilayah. Winarno Surachman mengemukakan bahwa: “ Anggapan dasar (postulat) yang menjadi tumpuan dasar segala pandangan dan kegiatan terhadap masalah yang dihadapi dalam suatu penelitian. Postulat ini menjadi titik pangkal, di mana dengan adanya postulat ini tidak lagi menjadi keragu-raguan penyelidik”.
Adapun postulat (anggapan dasar) dalam masalah ini adalah sebagai berikut:
1. Anak-anak wajib memperoleh pendidikan, terutama pada usia 9 (sembilan) sampai 15 (lima belas) tahun, karena sesuai dengan peraturan pemerintah.
2. Tanggung jawab pendidikan anak berada pada tangan orang tua, guru dan masyarakat.
Berdasarkan anggapan dasar di atas, maka yang menjadi hipotesis (dugaan sementara) adalah sebagai berikut:
1. Kebanyakan anak putus sekolah di Kecamatan Jangka disebabkan oleh kurangnya biaya dan kesadaran orang tua dalam menyekolahkan anaknya.
2. Anak putus sekolah di Kecamatan Jangka berdampak negatif dalam masyarakat.
3. Cara pembinaan terhadap anak putus sekolah di Kecamatan Jangka belum optimal.

E. Populasi dan Sampel
Populasi adalah “Keseluruhan objek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat mewakili keseluruhan populasi yang ada”.
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Jangka yang berjumlah 44 desa dengan jumlah penduduknya 24.208 jiwa, yang terdiri dari 5 (lima) kemukiman dan tingkat putus sekolahnya diambil mulai dari Sekolah Dasar dan Menegah. Berdasarkan populasi di atas maka yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah 3 desa yang terdapat dalam Kecamatan Jangka yang mempunyai anak putus sekolah. Sampel yang penulis ambil di sini adalah masing-masing 2 orang dari 3 desa yaitu kepalah desa dan Tgk. Imum Meunasah. Sampel ini dianggap dapat mewakili seluruh populasi dan dapat memberikan data yang penulis perlukan. Tiga desa tersebut menurut pengamatan penulis adalah desa yang banyak terdapat anak putus sekolah, yaitu:
1. Bugak Punjot, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)
2. Bugak Mesjid, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)
3. Bugak Meunasah dua, dengan jumlah 2 orang (Kepala Desa dan Tgk. Imum)

F. Metodelogi Penelitian
Setiap penelitian memerlukan metode dan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang dihadapi. Metode penelitian yang dapat dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu “suatu metode yang ingin mengungkapkan, mengembangkan dan menafsirkan data, peristiwa, kejadian-kejadian dan gejala-gejala fenomena-fenomena yang terjadi pada saat sekarang”.
Metodologi penelitian ini sangat tepat digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang objektif. Dalam pelaksanaannya penulis menggunakan dua jenis penelitian, adalah sebagai berikut:
1. Library Research (studi kepustakaan), digunakan untuk melihat dan mempelajari buku-buku, literatur-literatur dan bahan referensi lainnya sebagai sumber untuk menguraikan landasan teoritis dari skripsi ini.
2. Field Research (studi lapangan), digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data dari lapangan. Yang dalam pelaksanaannya digunakan3 (tiga) instrumen penelitian, yaitu:
a. Observasi
Yaitu cara yang ditempuh untuk mengamati kondisi lapangan penelitian, yaitu pengamatan langsung maupun tidak langsung yang ditemui di daerah penelitian.
b. Wawancara
Wawancara yaitu cara yang ditempuh untuk mewawancarai para informan demi memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini. Wawancara ditujukan dengan jalan mengajukan pertanyaan langsung kepada tokoh pimpinan dengan pertanyaan yang telah di persiapkan.
c. Angket
Angket merupakan beberapa pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan masalah penelitian yang telah di persiapkan kepada masing-masing responden, yaitu masyarakat tiap desa yaitu 3 desa yang terdapat dalam Kecamatan Jangka yang mempunyai anak putus sekolah untuk memberikan jawabannya.
Adapun teknik penulisan skripsi ini penulis berpedoman pada buku “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh Tahun 2004”. Dan buku-buku lain yang dianggap penting.
[ Read More ]


Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari tanpa kepala, sebelum kecoa tersebut mati karena kelaparan.
[ Read More ]